BATAM TERKINI

Sidang Perdana Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun, Dayat Berikan Dukungan Untuk Ayahnya

Muhammad Nur Hidayat akan hadir di sidang perdana Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun, jika tak ada halangan.

Sidang Perdana Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun, Dayat Berikan Dukungan Untuk Ayahnya
Tribunnews/Muhammad Iqbal Firdaus
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nonaktif, Nurdin Basirun meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan KPK, di Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019). Nurdin Basirun diperiksa terkait kasus suap izin prinsip dan izin lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau kecil di Kepri tahun 2018/2019. Tribunnews/Muhammad Iqbal Firdaus 
 
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun dijadwalkan menjalani sidang perdananya, Rabu (4/12/2019).
Bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sidang ini merupakan rangkaian kasus suap penerbitan izin reklamasi di Tanjung Piayu, Kota Batam, beberapa waktu lalu.
Jika tak ada halangan, anak kedua Nurdin dengan istri tercintanya Noor Lizah, Muhammad Nur Hidayat pun memastikan diri akan hadir langsung ke Jakarta.
"Insyaallah akan hadir," katanya kepada Tribun Batam, Senin (2/12/2019).

Dayat tak ingin Nurdin menghadapi seluruh cobaan seorang diri. Bahkan, beberapa kali dia pun memajang video tentang Nurdin di akun instagram miliknya.

Plt Gubernur Kepri, Isdianto Kirim Surat ke KPK. Minta Waktu Jenguk Nurdin Basirun



"Satu hal yang akan saya perbuat adalah melanjutkan apa pun yang telah dirimu kerjakan dan membuatmu bangga," tulis Dayat menyertai video itu.
Pesan Dayat ini seolah menggambarkan kerinduannya terhadap ayah tercinta.
Dia menyebut saat ini dia beserta keluarga dalam keadaan sehat.
Sebelumnya diberitakan, Nurdin Basirun akan menghadapi sidang perdananya Rabu (4/12/2019).
Mantan orang nomor satu di Provinsi Kepri ini terlibat kasus suap terkait penerbitan izin reklamasi di Tanjung Piayu, Kota Batam, beberapa waktu lalu.
Nurdin diduga menerima aliran dana dari perangkat kerjanya.
Aliran dana ini didapatkan dari pengusaha di Batam bernama Abu Bakar, yang notabene adalah seorang nelayan di Pulau Panjang.
Abu Bakar sendiri diduga memiliki hubungan kerja dengan Kock Meng, pengusaha lainnya yang turut ditetapkan sebagai tersangka atas kasus ini. 


(tribunbatam.id/ichwan nur fadillah)
 
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved