Kamis, 7 Mei 2026

Sunatan Massal di Tanjungpinang

Peserta Sunatan Massal Jadi Perhatian Dinkes Tanjungpinang, Sebut Kondisinya Mulai Membaik

Kadinkes Tanjungpinang, Rustam menuturkan empat kali peserta sunatan massal di Tanjungpinang itu dilakukan penanganan medis. Kondisinya pun membaik.

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM/M IKHWAN
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam angkat bicara soal peserta sunatan massal di Tanjungpinang yang mengeluhkan alat vitalnya. 

TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Tidak hanya Angkasa Pura Tanjungpinang, peserta sunatan massal yang alat vitalnya bengkak usai dikhitan menjadi atensi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanjungpinang, Rustam. 

Rustam mengakui, usai pelaksanaan sunatan masal, ada satu anak yang dilaporkan lambat penyembuhannya dan sedang dalam penanganan dr Ahmad.

Kadisnkes Tanjungpinang ini mengatakan, empat kali penanganan sudah dilakukan setelah anak itu dikhitan. 

Ia pun membenarkan kegiatan khitanan massal itu diselenggarakan oleh Angkasa Pura.

Namun, sebagai pelaksana adalah tim medis dari Puskesmas Mekarbaru yang dipimpin oleh dr Egi serta didukung tim medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanjungpinang dengan konsultan dr Ahmad Spesialis Urologi dari RSAL.

"Sejauh ini sudah empat kali dilakukan penanganan pasca sunatan. 3 kali oleh dokter umum, dan 1 kali oleh dokter Ahmad selaku ahli Urologi. Tadi pagi juga kembali dikunjungi dr Egi. Sejauh ini, berdasarkan penilaian para dokter yang menangani, menunjukkan kondisi yang semakin membaik," ujarnya Kamis (5/12/2019). 

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam
Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam (TRIBUNBATAM/MIKHWAN)

Tenaga kesehatan pun, menurutnya akan kembali datang menemui anak tersebut Jumat (6/12/2019) besok.

Rustam mengatakan, ada 105 anak yang mengikuti kegiatan khitanan massal dengan tim kesehatan secara keseluruhan sebanyak 34 orang. 

"Semua pembiayaan terkait penanganan tersebut diberikan secara gratis. Demikian untuk diketahui, terimakasih atas perhatiannya," ucapnya.

Siap Bertanggung Jawab

Angkasa Pura 2 Tanjungpinang, pihak penyelenggara sunatan massal angkat bicara terkait seorang peserta yang mengeluh sakit pada alat vitalnya. 

Unit Community Development Angkasa Pura 2 Tanjungpinang Wiratmoko baru mengetahui alat vital anak peserta sunatan massal itu mengalami pembengkakan usai dikhitan tadi malam.

Menurutnya, sang Ibu juga merasa takut untuk memberikan informasi atas sakit yang dialami putranya.

"Boleh ditanyakan kepada orang tuanya. Tadi malam saya hubungi, saya bilang kenapa baru bilang sekarang. Ibunya bilang bingung dan takut menyampaikan. Seharusnya saat mengalami pembengkakan, langsung saja temui kami, biar juga cepat merespon," katanya saat dikonfirmasi Tribunbatam.id melalui telpon seluler, Kamis (05/12/2019) yang juga sebagai panitia dalam kegiatan sosial tersebut.

Tidak lepas dari Tanggung Jawab, pihak Angkasa Pura menegaskan, walapun pihak Dinkes Tanjungpinang dalam hal ini dokter yang menangani melakukan pengobatan bagi sang anak.

Pihaknya juga siap dalam memberikan bantuan demi kesembuhan peserta tersebut.

Dalam kegiatan sosial tersebut, pihak Angkasa Pura juga memastikan pelaksanaan acara sampai benar-benar tuntas. 

Angkasa Pura menggandeng tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tanjungpinang.

"Bukan Angkasa Pura itu kalau tak bertanggung jawab. Kami siap bila mengharuskan sang anak harus dapat perawatan yang lain. Persiapan yang kami lakukan sampai memastikan kondisi kesehatan hingga benar-benar sehat. Kami juga kaget ketika mendengar ada peserta yang sakit," ucapnya.

Ia pun menyampaikan, bahwa sore ini juga akan mengunjungi kediaman anak tersebut, untuk melihat langsung kondisinya.

"Memang tadi kita dapat informasi dari dokter yang udah datang kerumah sang anak. Kata dokter sudah membaik, dan ada perubahan. Tapi kita tetap mau melihat, dan memastikan langsung kondisi anak," sebutnya.

Hanya Andalkan BPJS Kesehatan

Orang tua dari anak peserta sunatan massal bingung dengan kondisi anaknya. 

Ia mengaku tidak memiliki uang untuk membawa anaknya berobat. 

Dari pengakuan sang ibu, anaknya mengalami rasa sakit atas bengkak pada bagian alat vitalnya selama 17 hari usai ikut sunatan massal yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan pelayanan lalu lintas transportasi di Tanjungpinang. 

Lebih dari dua minggu alami sakit, sang ibu pun sudah mencoba melakukan pengobatan ke Puskesmas Mekar Baru di Kecamatan Batu 9, Kota Tanjungpinang.

"Saya berharap dari BPJS aja ini, makanya saya ke puskesmas. Pihak puskesmas suruh saya rujukan ke RSAL Dr.Midiyato S dan sudah diberikan obat," ujarnya Kamis (5/12/2019).

Namun sampai saat ini, belum ada perubahan mencolok atas kondisi alat vital putranya. 

Ibu anak itu sudah menghubungi pihak penyelenggara sunatan massal itu.

Dari komunikasinya dengan pihak panitia, perwakilan perusahaan dan dinas kesehatan akan berkoordinasi terlebih dahulu atas kejadian ini.

Sang ibu pun berharap, agar panitia penyelenggara bertanggungjawab penuh atas sakit yang diderita anaknya.

"Kemarin ada yang menghubungi saya dari perwakilan perusahaan. Mereka bilang mau tanggung jawab sih. Yang pasti, saya hanya ingin anak saya sehat saja. Tidak mengeluh sakit lagi, kondisi alat vitalnya juga tidak bengkak lagi," harapnya.(tribunbatam.id/endrakaputra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved