Setelah Dipecat Kini Ari Askhara Terancam Pidana, Motor Harley Tak Bisa Ditebus & Garuda Kena Denda

Mantan Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara terancam dipidana.

(KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA)
Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. 

Setelah Dipecat Kini Ari Askhara Terancam Pidana, Motor Harley Tak Bisa Ditebus & Garuda Kena Denda

TRIBUNBATAM.id - Mantan Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara terancam dipidana.

Hal tersebut pasca terungkapnya kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan Sepeda Brompton yang menyeret namanya.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam konferensi pers bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Kamis (3/12/2019) menjelaskan, kasus penyelundupan ini termasuk ranah pidana.

jadi kasus ini tidak hanya faktor perdata tapi faktor pidana, ini yang sangat memberatkan" tegas Erick Thohir, dikutip Tribunnews.com.

Siaran Pers kasus penyelundupan Harley Davinsion disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Tohir, Kamis (5/12/2019)
Siaran Pers kasus penyelundupan Harley Davinsion disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Tohir, Kamis (5/12/2019) (Tangkap Layar Youtube Kompas TV)

Merujuk UU No 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan pasal 102, dijelasakan bahwa barang siapa yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifest dapat terjerat pidana karena telah melakukan penyelundupan secara ilegal.

Adapun sanksi yang diberikan yakni pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan dipidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

Namun demikian, pihak Bea dan Cukai menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Kasubdit Humas Ditjen Bea dan Cukai, Deni Surjantoro mengatakan pihaknya masih akan tetap menunggu penyelidikan dari tim Bea dan Cukai di lapangan dan belum mau menyimpulkan dulu.

"Kalau bicara mengenai penelitian, tentunya teman-teman sedang mengumpulkan, kalau kita sebut adalah pengumpulan bahan keterangan dan kita juga harus menemukan fakta-fakta hukum yang ada sepeti apa, "

Halaman
1234
Editor: Anne Maria
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved