Taksi Online dan Pangkalan Sering Ribut di Batam, Polda Kepri Minta Pemerintah Tegas

Beberapa waktu lalu, keributan antara taksi online dan taksi konvensional kembali terjadi di Batam

Taksi Online dan Pangkalan Sering Ribut di Batam, Polda Kepri Minta Pemerintah Tegas
TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN HAMAPU
Perwakilan Taksi Online dan Konvensional mendatangi Mapolda Kepri, Minggu (5/12/2019). 

TRIBUNBATAM.id - Beberapa waktu lalu, keributan antara taksi online dan taksi konvensional kembali terjadi.

Seolah tak pernah usai, polemik antara keduanya kembali terjadi di sekitar kawasan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre.

Bahkan, Kepolisian Daerah (Polda) Kepri turut mengambil sikap tegas dan mendudukkan kembali kedua belah pihak belum lama ini.

"Pertemuan kemarin itu para prinsipnya kami dari pihak kepolisian hanya menyampaikan pesan Kamtibmas saja," tegas Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kepri, Kombes Pol Mujiono kepada Tribun Batam, Senin (9/12/2019), saat ditemui di Mapolresta Barelang.

Menurutnya, perihal perizinan taksi online sendiri merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Kepri, dalam hal ini adalah Dinas Perhubungan Provinsi Kepri.

Mujiono juga menjelaskan, hal itu telah diatur dengan tegas dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan angkutan sewa khusus.

"Disebutkan dalam aturan itu jika kewenangan ada di tangan gubernur sebagai kepala daerah dan dinasnya adalah dishub," sambungnya.

Sedangkan untuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam permasalahan taksi online ini hanya bertindak jika terjadi pelanggaran terhadap aturan hukum dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mujiono pun berharap dan meminta setiap pemangku kepentingan atau instansi berwenang segera menyelesaikan polemik ini agar Kota Batam kembali kondusif.

Sebelumnya, kisruh taksi online dan taksi konvensional kembali terjadi di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Selasa (3/12/2019) lalu.

Pada peristiwa itu, kedua belah pihak tak hanya saling adu mulut namun juga terlibat baku hantam. Suasana mencekam ini bahkan sempat diabadikan oleh wisatawan asing yang turut mengalami ketakutan atas peristiwa itu. (dna)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved