Terungkap, Orang Indonesia Pertama yang Jadi PNS, Ternyata Masih Keturunan Keraton, Punya NIP 01
Anda tahu, siapa orang pertama yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia.
TRIBUNBATAM.id - Anda tahu, siapa orang pertama yang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia.
Dia memiliki No Nik 01 dan masih keturunan keraton.
Sosok orang Indonesia pertama yang menjadi Pegawai negeri Sipil (PNS) berhasil mencuri perhatian.
Orang pertama yang menjadi PNS ini bahkan memiliki Nomor Induk pegawat atau NIP dengan angka terakhir 01.
Sosok ASN atau PNS pertama Indonesia ini juga merupakan keturunan Keraton Yogyakarta.
Di balik ramainya serba-serbi CPNS 2019, ternyata tak banyak yang tahu siapa sosok orang Indonesia pertama yang menjad PNS.
Ternyata raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan pahlawan nasional Sri Sultan Hamengkubuwono IX ternayata adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) pertama di Indonesia.
Dikutip dari Akun Twitter Humas Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Isimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (29/11/2019), membagikan foto kartu pegawai PNS milik Sri Sultan Hamengkubuwono IX .
Dalam foto unggahan tersebut tertulis Nomor Induk Pegawai (NIP) yang dimiliki oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah 010000001 dan tahun menjadi pegawai pada tahun 1940.
Kartu tersebut disahkan oleh Kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara, A.E Manihuruk pada 1 November 1974.
Dikutip dari halaman Kratonjogja.id, Sri Sultan Hamengkubuwono IX memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan berdirinya Indonesia.
Beliau pernah menjadi Menteri Negara dari era Kabinet Syahrir (2 Oktober 1946 - 27 Juni 1947) hingga Kabinet Hatta I (29 Januari 1948 s/d 4 Agustus 1949).
Pada kabinet Hatta II (4 Agustus 1949 s/d 20 Desember 1949) hingga masa RIS (20 Desember 1949 s.d. 6 September 1950) beliau menjabat Menteri Pertahanan.
Sri Sultan Hamengkubuwono IX juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri di era Kabinet Natsir (6 September 1950 s.d. 27 April 1951).
Hingga pada masa Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto, beliau mengemban jabatan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 1973 hingga 23 Maret 1978, beliau memutuskan untuk mengundurkan diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sri-sultan-hamengkubuwono-ix-12-12-2019.jpg)