HEADLINE TRIBUN BATAM
Manfaatkan Kepanikan Calon Pemudik, Polisi Tangkap Dua Calo Tiket Pelni
Membludaknya penumpang menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2020 dimanfaatkan oleh para calo tiket kapal di loket penjualan tiket Pelni, Sekupang.
Manfaatkan Kepanikan Calon Pemudik, Polisi Tangkap Dua Calo Tiket Pelni
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Membludaknya penumpang menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2020 dimanfaatkan oleh para calo tiket kapal di loket penjualan tiket Pelni, Sekupang.
Terbukti, dua orang ditangkap polisi saat menjalankan aksinya.
Dua pria berinisial MS dan RP itu ditangkap, Kamis (12/12/2019) dan kemudian dibawa ke Polresta Barelang.
Saat menggelar ekspose, Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo mengatakan bahwa kedua pria ini menjual tiket KM Kelud tujuan Batam menuju Belawan.
"Mereka kami amankan di depan kantor Pelni Sekupang. Dari keduanya, berhasil diamankan sebanyak lima tiket kapal KM Kelud tujuan Batam menuju Belawan," katanya.
Selain berhasil mengamankan lima tiket kapal KM Kelud, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti lainnya berupa uang sebesar Rp 700 ribu.
Menurut Prasetyo, mereka sebenarnya memegang tujuh tiket, namun dua tiket sudah terjual.
• Polisi Amankan Calo Tiket Kapal Pelni di Pelabuhan Sekupang Batam, Beberkan Modus hingga Keuntungan
Mereka membali tiket dengan harga Rp 230 ribu per lembar, kemudian dijual kepada calon penumpang Rp 350 ribu sehingga mendapatkan untung Rp 120 ribu per tiket.
Untuk menjalankan aksinya, mereka memanfaatkan kegalauan penumpang dan mengatakan bahwa tiket sudah habis.
Menurut Prasetyo, dari hasil pemeriksaan, tidak ada pihak Pelni yang terlibat. Dua calo ini meyakinkan pihak Pelni agar bisa mendapatkan tiket yang memang selektif penjualannya.
"Mereka menggunakan kartu keluarga mereka sendiri untuk membeli tiket. Setelah dapat, tiket itu dijual kembali," kata Prasetyo.
Dua pria paruh baya ini ketika ditanya mengaku beru pertama kali melakukan aksinya. Bahkan.
Meskipun tertangkap tangan oleh kepolisian, kedua tersangka merasa tak bersalah karena ia menjual tiket yang sudah terlanjur dibeli sementara keluarganya tak jadi berangkat.
"Kami beli untuk keluarga. Kita juga beli pakai kartu keluarga dan KTP sesuai prosedur. Karena keluarga tak jadi berangkat, maka kami jual kembali tiket itu," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/14122019hl-tribun-batam.jpg)