Women To Infinity

Wisman Ikut Saksikan Diskusi Publik Women To Infinity di Grand Mall Batam

Acara bertajuk Women To Infinity yang digelar di Grand Mall Batam, terbilang cukup meriah. Tak hanya pengunjung lokal, wisman juga ikut menyaksikannya

Wisman Ikut Saksikan Diskusi Publik Women To Infinity di Grand Mall Batam
tribunbatam.id/leo halawa
Diskusi publik 'Women to Infinity' menghadirkan bakal calon Pilwako Batam 2020, di Atrium Grand Batam Mall, Sabtu (14/12/2019) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Acara bertajuk Women To Infinity yang digelar di Grand Mall Batam, terbilang cukup meriah, Sabtu (14/12/2019) siang.

Tidak saja pengunjung lokal yang menyaksikan, bahkan wisatawan mancanegara (wisman) pun tengah asik menyaksikan acara semi politik itu.

"Ini acara apa ya?," tanya seorang wisman asal Singapura.


"Ini acara ibu-ibu tapi dikemas dengan ruang publik untuk mencari sosok pemimpin, yang pro perempuan," timpal pengunjung lainnya yang mengerti acara itu.

Acara akbar ini digelar Perhimpunan Lintas Profesi Indonesia Provinsi Kepri, dengan tema "Menuju Batam Satu: Padamu Perempuan Kami Berjanji".

Acara menghadirkan lima bakal calon Wali Kota Batam. Mereka yakni Lukita Dinarsyah Tuwo, Helmy Hemilton, Rian Ernest, Candra Ibrahim, dan
Zukriansyah Zulkarnain.

Di hadapan puluhan ibu-ibu, para kandidat memaparkan visi dan misi, khusus untuk pro terhadap perempuan, kelak terpilih menjadi Wali Kota Batam ke depan.

Seperti balon Lukita, ia mengatakan, programnya ke depan akan lebih pro kepada kaum ibu.

"Karena kaum ibu-ibu adalah hal bagian terpenting dalam pembangunan," katanya.

Demikian balon Helmy Hemilton, dan Candra Ibrahim mengaminkan pemaparan itu, dan visi misi mereka nyaris serupa. Pada konteksnya, dalam program kepemimpinan ke depan, tidak ada perbedaan jenis kelamin.

Berbeda dengan bakal calon Rian Ernest. Mantan anak buah eks Gubernur Kepri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini memaparkan konsepnya.

Ia bertutur, ia dilahirkan oleh seorang perempuan.

"Tanpa perempuan saya tak bisa berdiri di hadapan bapak-ibu saat ini," ujarnya.

Ernest mengatakan, konsepnya ke depan adalah peningkatan pelayanan terhadap perempuan dan anak. Sebab, sentris pembangunan suatu kota adalah peran keterlibatan kaum ibu-ibu.

Halaman
123
Penulis: Leo Halawa
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved