Senin, 20 April 2026

Mantan PM Malaysia Dituding Perintahkan Bunuh Altantuya, Instruksinya: Tangkap dan Hancurkan

Altantuya, perempuan yang disebut adalah model Mongolia, menyita perhatian publik Malaysia setelah dia ditembak dan jenazahnya diledakkan

Editor: Mairi Nandarson
Grid.ID
Altantuya Shaaribuu 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dituding memerintahkan pembunuhan model Mongolia, Altantuya Shaariibuu, pada 2006 silam.

Pernyataan itu keluar dari Inspektur Azilah Hadri, salah satu mantan polisi yang dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati.

Altantuya, perempuan yang disebut adalah model Mongolia, menyita perhatian publik Malaysia setelah dia ditembak dan jenazahnya diledakkan.

Penjelasan BMKG Terkait Gempa Magnitudo 5.5 di Bengkulu, Terasa di Padang, Senin (16/12) Malam

Peringatan Dini Cuaca Wilayah Kepri: Hujan dengan Itensitas Sedang Hingga Lebat di Batam

40 Ucapan Hari Ibu yang Bisa Kamu Tulis di Hari Ibu, 22 Desember 2019, Share di IG, WhatsApp dan FB

Azilah mengungkapkan fakta itu dalam deklarasi bertanggal 17 Oktober, di mana dia menyebut perintah datang dari Najib Razak.

Dilansir Malaysiakini via Channel News Asia Senin (16/12/2019), Azilah mengaku Najib memberikan instruksi "tangkap dan hancurkan" Altantuya.

Dalam pandangan Najib, perempuan berusia 28 tahun itu dianggap sebagai agen rahasia asing.

Saat itu, perintah Najib adalah "tembak Altantuya".

Azilah menuturkan, dia sempat menanyakan maksud pesan itu kepada Najib yang masih menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri (DPM).
"DPM menjawab 'tembak mati", dengan menunjukkan gestur seolah-olah dia melukai lehernya sendiri," kata Azilah dalam kesaksian tertulisnya.

Azilah kemudian menanyakan lagi apa tujuan dari instruksi agar jenazah "si agen asing" dihancurkan dengan peledak.

Najib kemudian menjawab langkah itu dilakukan untuk menutupi jejak, dengan peledaknya bisa diambil dari gudang persenjataan.

Gudang UTK merujuk kepada penyimpanan persenjataan Pasukan Aksi Cepat, satuan elite dalam kepolisian Negeri "Jiran".

Azilah menulis kesaksian itu sebagai bahan pertimbangan Pengadilan Federal agar menggugurkan hukuman mati yang dijatuhkan kepadanya.

Link Live Streaming Persija vs Persebaya, Laga Terakhir di Jakarta, Laga Terakhir Bambang Pamungkas

Hasil Lengkap dan Klasemen Akhir Babak 32 Nasional Liga 3 2019, 757 Kepri Jaya Lolos ke 16 Besar

Selain itu, dia juga meminta pengadilan ulang, di mana permintaannya bakal direspons pada Selasa (17/12/2019).

Setelah ditembak mati, jenazah Altantuya diledakkan menggunakan peledak militer jenis C-4 di Shah Alam pada 2006 silam.

Dia disebut merupakan kekasih Abdul Razak Baginda, analis politik yang sempat menjadi penasihat Najib pada 2000 sampai 2008.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved