Hengky Kurniawan Mundur dari Demokrat dan Gabung ke PDIP, Pengamat Sebut Untuk Kuatkan PDI P di KKB

Pengamat politik dan ilmu pemerintahan dari Universitas Padjadjaran, Firman Manan, mengatakan Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan yang memutus

Instagram.com/@hengkykurniawan
Jadi Ibu-ibu Pejabat, Istri Hengky Kurniawan Selalu Tampil Cantik dan Anggun 

TRIBUNBATAM.id  - Perpindahan Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan dari Partai Demokrat ke PDI Perjuangan ditanggapi sejumlah pengamat Politik.

Pengamat politik dan ilmu pemerintahan dari Universitas Padjadjaran, Firman Manan, mengatakan Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan yang memutuskan untuk bergabung dengan PDI Perjuangan adalah langkah untuk mempertahankan kejayaan PDI Perjuangan di Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Sebetulnya kan kalau di KBB memang PDIP kuat. Bisa jadi 2024, ada upaya mempertahankan KBB sebagai basis PDIP. Hengky dianggap figur yang punya daya tarik buat menarik massa. Bagaimana pun Hengky sudah membuktikan saat mendampingi Aa Umbara, memenangkan pilbup, karena Hengky punya potensi menarik suara pemilih," kata Firman saat dihubungi, Jumat (20/12/2019).

Pengamat Politik Unpad, Firman Manan
Pengamat Politik Unpad, Firman Manan (Istimewa)

"Kepindahan partai di kalangan kepala daerah itu relatif biasa di Indonesia. Bukan sesuatu yang unik, banyak kasus seperti itu. Karena ini lebih ke pertimbangan-pertinbangan strategis dalam melihat peluang ke depan, mana partai yang dipandang punya potensi lebih strategis. Misalkan PDIP ke depan bagi Hengky lebih punya potensi daripada Demokrat," katanya.

 

Terlepas dari kemungkinan Bupati Bandung Barat Aa Umbara kembali ke PDIP, atau selama ini Aa memang punya banyak pendukung dari PDIP walau diusung NasDem pada Pilbup KBB lalu, Firman mengatakan akan ada kemungkinan Aa Umbara dan Hengky untuk bersaing di Pilbup KBB 2024.

Cawabup Bandung Barat Hengky Kurniawan, ketika ditemui di Hotel Grand Pasundan, Bandung, Selasa (3/7/2018).
Cawabup Bandung Barat Hengky Kurniawan, ketika ditemui di Hotel Grand Pasundan, Bandung, Selasa (3/7/2018). (Tribun Jabar/Theofilus Richard)

Namun demikian, kata Firman, kemungkinan persaingan Aa dan Hengky dalam politik, ataupun kemungkinan mereka tetap kompak sampai Pilbup KBB 2024, kedua kemungkinan ini tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan di KBB.

"Kalau mereka tidak dalam posisi untuk berpikir pecah atau pecah di 2024, harusnya tidak ada problem (di pemerintahan). Di beberapa daerah ada kondisi seperti itu, di periode kedua. Memang hal ini baru akan terlihat di tahun keeempat, kalau wakilnya tidak terlalu agresif. Sampai tahun ketiga biasanya relasi masih baik," katanya.

Kalaupun ada persoalan dalam ketidakharmonisan bupati dan wakilnya, kata Firman, bagaimanapun pimpinan daerah tetap adalah bupati. Tetap yang akan menentukan garis kebijakan sebagai pengelola pemerintahan adalah bupati.

"Yang pegang peranan besar tetap bupati, wakil kan sifatnya delegasi. Ruang geraknya tetap terbatas, tergantung pola pembagian kerja bupati dan wakil. Ini menentukan keharmonisan. Ketika wakil merasa tidak diberikan porsi proporsional, ini akan berikan masalah," katanya.

Apapun yang terjadi di antara keduanya, kata Firman, kinerja internal pemerintahan, pengelolaan birokrasi, dan tugas megara lainnya, akan tetap terlaksana tanpa masalah. Namun, ketidakakuran pasangan kepala daerah akan menjadi opini buruk bagi publik. (Sam)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Hengky Mundur dari Demokrat dan Gabung ke PDIP, Pengamat Unpad : Akan Kuatkan PDIP Kembali di KBB, 

Editor: Eko Setiawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved