Kamis, 16 April 2026

HUMAN INTEREST

Pernah Punya Usaha Tapi Hancur, Nurita Rela Jadi Pemulung, Kumpulkan Rongsokan Demi Sekolah Anak

Nurita merupakan sosok ibu pejuang di keluarganya. Dia tak malu melakukan apapun demi keluarganya termasuk mengumpulkan barang bekas alias rongsokan.

TRIBUNBATAM.ID/ARDANA NASUTION
Nurita (45), seorang pemulung di Batam yang mampu menyelolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi. Foto diambil Jumat (20/12/2019) 

Setelah Usaha Hancur, Nurita Rela Jadi Pemulung, Kumpulkan Rongsokan Demi Sekolah Anak

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dalam sebuah kehidupan, roda selalu berputar. Kadang di atas, kadang juga di bawah. Yang paling penting tidak menyerah menghadapi kondisi yang ada di depan mata.

Setidaknya hal itulah yang saat ini sedang diperjuangkan oleh Nurita (45).

Wanita yang pernah merasakan hidup enak bersama keluarganya harus berjuang dari nol karena usaha yang dirintis bersama keluarganya hancur dan meninggalkan utang yang harus dibayar.

 HARI IBU 2019: Simak 4 Tips Berikut ini Sebelum Membeli Kado Spesial untuk Ibu Tercinta

 Mulai dari Nonton Drakor Hingga Yoga Bersama, Cara Sederhana ini Bisa Dicoba untuk Rayakan Hari Ibu

Nurita (45) merupakan ibu dari empat anak, sekaligus seorang istri yang menguatkan suaminya.

Sudah tiga tahun terakhir ini, Nurita bekerja mengumpulkan barang-barang rongsokan dan limbah rumah tangga yang dinilai masih bisa didaur ulang.

Setelah terkumpul, barang itu disortir dan dijual ke bos besar.

Penghasilannya lumayan.

Sebagian orang mungkin menyebutnya pemulung, namun dia tak keberatan dengan hal itu.

Untungnya Nurita dan suaminya, Pantas Malau (43), memiliki empat anak yang menguatkan mereka.

Keempat anaknya yaitu Novita (19), Angela (16), Bernardius (15), dan Elisabeth (11).

Suami Nurita dulunya merupakan seorang sopir yang bekerja di salah satu perusahaan di Batam.

Selain itu suaminya juga punya usaha sampingan.

Kehidupan Nurita dan suami di Batam awalnya baik-baik saja. 

Sampai anak ke empat mereka lahir, memiliki rumah dan mobil pribadi pun sempat mereka rasakan.

"Kita yang namanya manusia kan ingin yang lebih lagi, jadi suamiku itu main proyek. Tak disangka usaha itu hancur, sampai meninggalkan utang," cerita Nurita, Jumat (20/12/2019).

Karena harus membayar utang itu, Nurita dan suami terpaksa harus menjual rumah yang mereka tempati dan aset-aset lain yang mereka miliki.

Nurita bahkan sempat jatuh sakit karena masalah ini. Namun ketika dia melihat anak-anaknya, Nurita pun langsung bangkit dan memikirkan solusi atas masalahnya tersebut.

"Saya itu orangnya sekecil apapun masalah harus diceritakan kepada anak-anak, jadi tak ada rahasia. Jadi ku kumpulkan semua anak-anak, kubilang sama mereka kita harus jual rumah mau bayar utang," ungkap Nurita.

Sambil berlinang air mata Nurita mengenang kisahnya.

Ia mengaku saat itu ia harus tabah demi suami dan anak-anaknya.

Tekad yang tak pernah padam ialah, Nurita harus bisa menyekolahkan anaknya sampai ke perguruan tinggi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved