BATAM TERKINI
Petani Batam Gagal Panen, Harga Sayur Melonjak, Bayam Rp 23.000 Sekilo
Harga sayur mayur yang mengalami kenaikan yakni bayam semula Rp 12 ribu naik jadi Rp 23 ribu, sawi dari Rp 12 ribu jadi Rp 18 ribu.
Petani Batam Gagal Panen, Harga Sayur Melonjak, Bayam Rp 23.000 Sekilo
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Lima hari jelang hari raya Natal 25 Desember 2019, harga sejumlah kebutuhan khususnya sayur segar di pasar basah mengalami kenaikan.
Hal ini dikarenakan kurangnya pasokan dari petani sayur.
Ahmad, pedagang di Pasar Fanindo, mengungkapkan harga ssmbako khususnya sayur segar terus mengalami kenaikan tiga minggu belakangan ini.
Pedagang terpaksa menaikkan harga sayur segar karena kurangnya pasokan dari petani dan juga grosir penyedia sayur segar.
"Tiga minggu ini, pasokan kurang. Namum paling parahnya satu minggu terakhir inilah," kata Ahmad.
Dia mengatakan, kenaikan harga sayur tersebut bukan karena Natal dan Tahun Baru.
• INI Harga Terbaru Tiket Kapal Dumai Ekspres dan Dumai Line Selama Musim Mudik Natal
Namun karena cuaca yang membuat para petani khususnya dari Tanjungpinang, Bintan dan Batam banyak yang gagal panen.
"Biasanya sayur itu datang dari Tanjungpinang, Bintan dan Batam," katanya.
Harga sayur mayur yang mengalami kenaikan yakni bayam semula Rp 12 ribu naik jadi Rp 23 ribu, sawi dari Rp 12 ribu jadi Rp 18 ribu dan kangkung dari Rp 10 ribu jadi Rp 16 ribu per kilogram.
"Kenaikan paling signifikan terjadi pada kacang panjang yang mana mencapai Rp 32 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram," kata Ahmad.
Irma, pedagang lainnya di Pasar Fanindo mengungkapkan hampir semua sayur mayur lokal mengalami kenaikan.
"Kalau sayur mayur dari luar, seperti kol, wortel, sayur manis, harganya normal," kata Irma.
Dia juga mengatakan kenaikan harga sayur lokal tersebut karena cuaca beberapa minggu belakangan kurang mendukung.
"Apalagi sayur bayam, banyak yang berulat," katanya.
Di tempat terpisah Yusuf Ketua Kelompok Tani, Tembesi Sayur, mengungkapkan satu bulan terakhir banyak sayur petani gagal panen. Hal tersebut dikarenakan musim hujan yang berlebihan.
"Satu bulan terakhir cuaca sangat tidak mendukung, jadi tanaman sayur petani, khususnya bayam, sawi, dan kangkung gagal panen karena habis dimakan ulat,"kata Yusuf. (tribunbatam.id/ian sitanggang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pedagang-sayuran-di-pasar-fanindo-sagulung_20160608_134542.jpg)