Tentara yang Nekat Todong Senjata ke Pengawal PM Israel Itu Kini Jadi Penasihat Khusus Prabowo

Prabowo Subianto menunjuk Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin sebagai penasihat khususnya sebagai Menteri Pertahanan RI.

TWIPU.COM/@SJAFRIESJAMS
Prabowo Subianto dan Sjafrie Sjamsoeddin semasa menjadi prajurit TNI AD 

Tentara yang Nekat Todong Senjata ke Pengawal PM Israel Itu Kini Jadi Penasihat Khusus Prabowo

TRIBUNBATAM.id - Prabowo Subianto menunjuk Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin sebagai penasihat khususnya sebagai Menteri Pertahanan RI.

Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-lembaga Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan bahwa Prabowo menunjuk Sjafrie sebagai penasihat khususnya.

"Pak Sjafrie punya latar belakang pengalaman yang panjang sebagai Wamenhan (Wakil Menteri Pertahanan) dan Sekjen Kemhan (Kementerian Pertahanan) serta pengalaman lain sebagai mantan perwira TNI," kata Dahnil Anzar Simanjuntak melalui pesan singkat, Senin (30/12/2019) sebagaimana dikutip dari Kompas.com. 

"Kapasitas beliau sangat dibutuhkan oleh Pak Menhan memberikan berbagai masukan dan asistensi khusus untuk kerja-kerja Pak Prabowo sebagai Menhan," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.

Ahmad Dhani Komentari Prabowo Masuk Kabinet Jokowi Saya Akan Tinggal Tenggelam Bersama Rakyat

Lantas, Siapa Sjafrie Sjamsoeddin? 

Berikut fakta purnawiran perwira tinggi TNI AD itu.

1. Asal Sulsel

Dikutip dari laman sjafriesjamsoeddin.id, Sjafrie Sjamsoeddin merupakan purnawirawan Letnan Jenderal yang dilahirkan pada 30 Oktober 1952 di Makassar, Sulawesi Selatan ( Sulsel ).

Pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pernah menyebut Sjafrie Sjamsoeddin sepupu dengan ayah angkatnya Andi Baso Amier.

Andi Baso Amier menjadi ayah angkat Ahok saat Ahok menempuh pendidikan di Jakarta.

Sjafrie Sjamsoeddin menyelesaikan pendidikan AKABRI tahun 1974.

Kariernya berawal di Komando Pasukan Khusus tahun 1975 dan menyandang berbagai tugas di lingkungan TNI/Dephan hingga purna tugas sebagai militer aktif tahun 2011.

Bertugas sebagai Ketua Delegasi Indonesia dalam kegiatan Kerjasama Internasional di bidang pertahanan sejak 2005-2014, Wakil Ketua Dewan Pembina Pusat Kajian Strategi Nasional (PPSN).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved