BATAM TERKINI

Cukai Rokok Naik Ditanggapi Beragam, Ada yang Pasrah, Ada yang Pindah ke Rokok Lain

Naiknya harga cukai rokok berimbas pada harga rokok yang dijual di pasaran. Masyarakat menanggapi beragam perihal ini.

Cukai Rokok Naik Ditanggapi Beragam, Ada yang Pasrah, Ada yang Pindah ke Rokok Lain
KOMPAS.COM/AMIR SODIKIN
Seorang pekerja sedang memproses pembuatan rokok kretek. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mulai 1 Januari 2020 pemerintah menaikkan harga cukai rokok.

Naiknya harga cukai rokok berimbas pada harga rokok yang dijual di pasaran. Masyarakat menanggapi beragam perihal ini.

Seperti Dimas yang memang perokok kretek sejak lama. Menanggapi naiknya harga rokok dia mengaku pasrah.






“Pasrah saja bang, mau bagaimana lagi risiko kita sebagai perokok, hanya mungkin lebih dikurangi saja merokoknya sekarang,” ujarnya kepada tribunbatam.id, Rabu (1/1/2020).

Dimas mengaku tak punya alternatif lain untuk menanggulangi naiknya harga rokok yang biasa dia beli.

“Ya kita mau berhenti merokok rasanya belum bisa, mau nyoba rokok lainpun belum tentu cocok,” tutur Dimas.

Cukai Rokok Naik 1 Januari 2020, Pedagang Sebut Belum Semua Rokok Naik Harga

Wali Kota Batam Canangkan Hari Bersepeda, Dimulai 20 Januari 2020, Ini Tujuannya

Naiknya harga rokok ini ternyata juga berimbas pada penjualan rokok yang belum memiliki banderol (pita cukai).

Amrizal, pemilik warung rokok di Tanjung Piayu mengakui bahwa ada kenaikan penjualan rokok tanpa banderol dengan harga miring ini.

“Meskipun belum terlalu banyak yang beralih, tapi sudah ada beberapa yang bertanya dan membeli rokok yang tidak ada banderolnya,” ungkap Amrizal.

Namun, Amrizal mengungkapkan bahwa rokok-rokok yang hanya dijual di Kota Batam ini pun sebenarnya juga akan mengalami kenaikan.

“Kalau informasi dari agen rokoknya, sebentar lagi rokok ini pun akan dibanderol, otomatis harganya juga pasti akan naik,” kata Amrizal.

Adapun beberapa rokok tanpa banderol yang dijual di pasaran seperti Luffman yang dijual seharga Rp 5000, Gudang Baru Origin Rp 8000, S mild Rp 11000, A mild yang dijual Rp 11000. (tribunbatam.id/ardana nasution)

Penulis: Ardana Nasution
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved