Terkendala Perahu Karet, Warga Pilih Terobos Banjir Keluar dari Rumah
Warga membuat rakit dadakan menggunaka perabotan hingga kasur mereka. Ini karena ketiadaan perahu karet yang menjadi kendala mereka.
TRIBUNBATAM.id - Warga terkendala perahu karet untuk proses evakuasi.
Banyak warga memilih menorobos banjir untuk keluar dari rumah.
• Cenderung Menurun, Bobot Sampah Usai Malam Pergantian Tahun di Jakarta Tembus 125 Ton
• DPRD Gunung Kidul Yogyakarta Anggarkan Rp 1,8 Miliar untuk Penanggulangan Bunuh Diri
Sayangnya di beberapa perumahan belum ada bantuan perahu karet.
Banyak warga yang mengungsi dengan berjalan kaki menembus banjir, menaiki kasur angin hingga rakit dadakan.
Terparah banjir yang menerjang Perumahan Kemang Ifi Graha, Jatiasih, Kota Bekasi sudah sampai ke atap rumah.
Gusti (27) warga Kemang Ifi Graha mengatakan air mulai menggenangi kompleksnya sejak siang tadi, pukul 11.30 WIB.
"Saat ini warga masih dievakuasi. Tapi kami kesulitan karena kekurangan perahu karet. Banyak lansia terjebak di rumah," ucap Gusti.
Hal yang sama, Rini warga Kayuringin, Bekasi juga membutuhkan bantuan perahu karet untuk mengungsi dari banjir yang tidak kunjung surut di rumahnya.
"Ini di Perumnas belum ada perahu karet, padahal banyak yang mau mengungsi. Warga seadanya bikin rakit dari balok kayu," tutur Rini.
Rini menambahkan dia dan keluarganya sudah menyewa apartemen untuk mengungsi sementara.
Sebelumnya, ibu satu anak ini kesulitan mencari hotel untuk mengungsi.
"Tadi nyari hotel tapi penuh semua. Ya akhirnya sewa apartemen. Yang penting kami sekeluarga bisa mengungsi dulu," tambah Rini.
Sejumlah pemukiman penduduk seperti Nasio, Pondok Gede Permai, Pondok Pekayon Indah, IKIP, Rawalumbu hingga pusat-pusat perbelanjaan turut dilanda banjir.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Terkendala Perahu Karet, Warga Bekasi Banyak yang Belum Bisa Mengungsi