3 Kapal Vietnam Tembak-tembakan di Perairan Natuna, Mencoba Melawan Petugas Saat Diamankan

Edhy Prabowo mengatakan, akibat perlawanan yang sangat sengit tersebut dua kapal milik Indonesia mengalami kerusakan.

Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Salah satu petugas dari Kejaksaan Negeri Batam saat menyakiskan penenggelaman kapal ikan asing asal Vietnam, Rabu (21/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id - Petugas keamanan di Laut mendapatkan perlawanan dari kapal negara asing yang mencuri ikan di Perairan Natuna.

Tembak-tembakan terjadi ditengah laut. Sebab para pencuri ikan tersebut tidak mau di usir untuk keluar dari perairan Indonesia.

Terjadi perlawanan sengit saat tiga kapal Vietnam yang masuk perairan Indonesia di Wilayah Natuna, ditangkap Polisi Indonesia.

Fakta-fakta Restoran Bandar Jaya Oriental Seafood Terbakar, Akan Launching dan Ganti Nama

KEBAKARAN DI BATAM - Baru Akan Launching, Restoran Bandar Jaya Oriental Seafood Batam Habis Terbakar

Daftar Nomor Telepon Kantor Pemadam Kebakaran di Batam 2020

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan indonesia, Edhy Prabowo, begitu pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, langsung bergerak mengirim orang.

"Kami sudah menangkap 3 kapal Vietnam," ujar Edhy Prabowo, di Parung Serab, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (2/1/2020).

"Itu karena ditabrak pelampung kapal dan mesin duanya, maka jalannya agak pelan tapi semua berhasil. Dari data yang saya dapat semua kru mereka ada 36 orang, satu kapal berkeru 5, satau kapal berkru 13, dan satu kapal berkru18 orang," 

Sekarang, kata Edhy, semua kapal tersebut sedang di jalan dibawa ke Pontianak. 

"Dua orang dari Vietnam tertembak di pipi dan kakinya, sekarang sedang dirawat," kata dia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjungi lokasi budidaya Lobster di Lombok
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjungi lokasi budidaya Lobster di Lombok (KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)

Edhy, mengaku nanti dirinya insya Alloh hari Senin akan ke Pontianak, ntuk menyambut anak-anak yang luar biasa.

"Sampai saat ini kamk sudah menangkap 6 kapal (asing) sejak saya dilantik," ujar dia.

Edhy mengaku, pihaknya akan menyerahkan kepada pengadilan, nanti dari pengadilan seperti apa, kalau bisa diserahkan ke masyarkat, lembaga pendidikan, atau kementerian lain yang membutuhkan.

"Kalau kata saya, yang bagus (diberikan) ke tempat pendidikan nelayan, selain sekolah tempat alat praktek," jata Edhy.

Saat disinggung tidak akan menenggelamkannya, Edhy tersenyum.

"Kalau dia lari, akan kita tenggelamkan," ucapnya.

Ratusan Kapal Asing Sudah Ditenggelamkan

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved