Selasa, 28 April 2026

Serial Rudapaksa Terbesar di Dunia

Reynhard Sinaga, Mahasiswa Indonesia Terdakwa Perudapaksa 190 Pemuda Inggris 'Catat Rekor Dunia'

Hakim Suzanne Goddard, seperti dilansir UK Express, mendiskripsikan Reynhard sebagai “evil serial sexual predator”.

|
instagram
Pria Murah Senyum Reynhard Sinaga ternyata Predator Seks Perkosa 48 Pria Dihukum Seumur Hidup. Reynhard Sinaga 

Siapa Reynhard Sinaga, Perudapaksa 190 Pemuda di Inggris yang Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Hakim Suzanne Goddard, seperti dilansir UK Express, mendiskripsikan Reynhard sebagai “evil serial sexual predator”.

 MANCHESTER, TRIBUN — Reynhard Sinaga (36), seorang mahasiswa S3 asal Indonesia di Manchester, menjadi sorotan utama media di Inggris Raya, awal Januari 2020.

Warga negera Indonesia ini terancam hukuman penjara seumur hidup, setelah terbukti merudapaksa atau percobaan pemerkosaan dan kekerasan seksual kepada sekitar 190 pemuda di kota Manchester.

Majelis hakim mendakwa pelaku bersalah atas 159 kasus kekerasan seksual dalam periode dua tahun, mulai Januari 2015 hingga Mei 2017.

Dari jumlah itu, sekitar 136 kasus adalah aksi rudapaksa, 13 kasus pelecehan seksual, 9 kasus percobaan pemerkosaan, dan dan kasus dengan menggunakan kekerasan dan pemaksaan.

Siapa Reynhard Sinaga Pria Indonesia Terbukti Bersalah Dalam 159 Kasus Pemerkosaan di Inggris?

Hampir semua situs berita dan media mainstream di Inggris pun  memberitakan kasus ini,

Media setempat menyebut kasus ini sebagai ‘serial pemerkosaan (Serial Rapist) terbesar yang terungkap di Inggris, Eropa, bahkn di dunia.

Hakim Suzanne Goddard, seperti dilansir UK Express, mendiskripsikan Reynhard sebagai “evil serial sexual predator”. 

Goddard yakin pemuda yang jadi korban Raynhard mencapai 195 orang.

Istilah Evil (setan) memang populer di Manchester, menyusul salah satu klub raksasa Inggris, berjuluk ‘The Red Devils”, bagi Manchester United.

Di depan terdakwa, hakim menggambarkan kebejatan Reynhard, dengan istilah monster. “Merayu pemuda, memberinya obat bius, kemudian membawayanya ke apartemen.

“Salah satu korbanmu, dengan sangat detail menceritakan bagaimana kamu menjadi monster. Korbanmu sangat detail dan akurat menceritakan bagaimana kamu memperlakukan mereka di kamar.”

Di sisi lain, Reynhard diberitakan memiliki oriantasi seksual yang senang dengan semasa jenis.

Penampilan Reynhard oleh media Inggris di istilahkan dengan “Good Samaritan”.

Dalam kitab Perjanjian Lama dan Injil, istilah Samaritan melekat kepada pria yang santun, selalu tersenyum, senang membantu orang yang susah, dan kebanyakan merujuk kepada orang asing atau pendatang. 

Istilah ‘ideologis’ ini dilaporkan cocok dengan kepribadian Reynhard. 

Sebelum beraksi, pria berpenampilan “bersih, intelek, dan santun jika berbicara ini, selalu mencoba membantu, mentarktir,  pemuda berusia sekitar 20-an.

Dilansir kantor berita Inggris, BBC, Independent dan UKExpress, Senin (6/1/2020), Ian Rushton, jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Manchester, menyebut ancaman hukuman penjara seumur hidup dan minimal 30 tahun penjara ini, dibacakan jaksa menyusul pemeriksaan 160 dakwaan dari sekitar 48 pria muda di Manchester.

Aksi ini dilakukan hampir satu dekade.

Sejatinya kasus rangkaian pemerkosaan dan kekerasan seksual sesama jenis ini, sudah terungkap dari investigasi sejak tahun 2017 lalu.

BBC melaporkan, Reynhard telah menetap di Manchester sejak 2007. 

Sedangkan serial aksi pemerkosaannya baru terungkap, Juni 2017 lalu, atau saat dia tengah baru kuliah di program magister dan doktoral di sebuah universitas ternama di Manchester.

Sejauh ini belum ada informasi dan konfirmasi dari kedutaan Indonesia di London, tentang jejak Reynhard.

Dilansir dari The Guardian, pria Indonesia itu disebut lahir pada 1983 di Jambi, dengan tinggi sekitar 170 sentimeter.

Dia datang ke Inggris menggunakan visa pelajar pada 2007 saat dia berumur 24 tahun, dan tinggal selama 10 tahun hingga dia ditangkap pada 2 Juni 2017.

Selama 10 tahun itu, Reynhard disebut dengan bantuan biaya dari ayahnya yang dilaporkan merupakan seorang bankir.

Selain membayar biaya kuliah, sang ayah disebut membiayai apartemen Reynhard di Montana House, tempat di mana dia mengintai calon korbannya.

Polisi menemukan bukti berupa video perkosaan sebanyak ratusan jam di ponsel milik Reynhard yang disita polisi, Juni 2017 lalu.

Kalaupun berita ini baru terungkap di pekan pertama Januari 2020, atau dua tahun kemudian, ini karena sistem dan etika peradilan di Inggris. Penyidikan atas kasus kekerasan seksual dan pidana umum lain, tidak akan terekspos ke ke media, sebelum proses hukumnya dimulai di pengadilan.

Situs berita Independent, melansir, bagaimana pria bertubuh langsing, berkacamata, berulit kuning langsat, dan murah senyum.

BBC memberitakan, Reynhard diketahui memancing korbannya masuk ke apartemennya dan kemudian diberi minuman berisi obat bius.

Setelah tidak sadar, dia melakukan serangan seksual.

Yang membuat publik Inggris khususnya di Manceshter melancrakan kecamatan, sebab saat melakukan aksinya, Reynhard memfilmkannya.

File dokumen video ‘kekerasan seksual itu’ ditemukan penyidik dalam  folder khusus di ‘i-cloud’ smartphone miliknya.

Sepanjang persidangan Reynhard mengklaim  semua aksinya dilakukan atas dasar suka sama suka.

Dalam sebuah file video yang disiarkan terbatas BBC, terlihat bagaimana dalam sebuah pagi buta, Reynhard keluar meninggalkan apartemennya, untuk mencari pemuda usia 20-an yang sedang mabuk di pinggir jalan, arau di night club, sekitar apartemenya di pinggiran Manchester.

BBC bahkan melansir peta grafis, lokasi- mana saja, Reynhard beraksi. Kebanyakam dilakukan di radius 500 hingga 2 km dari apartemen pelaku.

Para korban Reynhard dilaporkan adalah pemuda “heterosexual” dan sebagian lagi pria normal.

Saat meninggalkan apartemen Reynhard, para korban dilaporkan “tidak dalam keadaan sadar seteleh menjadi korban.”

Rangkaian aksi bejat Sinaga, baru kemudian terungkap, setalah salah satu korbannya, Juli 2017 lalu, melaporkan aksi bejat Reynhar ke kantor polisi.

Hanya sehari berselang, Reynhard kemudian ditangkap, dan polisi kaget saat menemukan rangkaian video kekerasan seksual itu disimpan rapi dalam ponsel, dan dengan password.

Dari video itu juga ditemukan, saat pelaku beraksi, beberapa korban dalam keadaan ngorok atau tidak sadar.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved