Dugaan Pelecehan di Klinik Unri, Dokter Sentuh Bagian Sensitif Korban
Pihak Universitas Riau (Unri) menonaktifkan sementara dokter pria berinisial L karena kasus dugaan pelecehan seksual.
TRIBUNBATAM.id - Pihak Universitas Riau (Unri) menonaktifkan sementara dokter pria berinisial L karena kasus dugaan pelecehan seksual.
Dokter L kesehariannya bertugas di Klinik Pratama Unri Sehati 1.
Informasi yang beredar menyebutkan, terduga pelaku melakukan tindakan tidak pantas saat pemeriksaan dengan menyentuh bagian sensitif korban.
Tak hanya itu, korban juga mengaku sempat digoda, bahkan dihubungi kembali oleh terduga pelaku menggunakan nomor klinik.
Kasus ini pun cepat menjadi sorotan publik setelah sejumlah akun media sosial mengunggah informasi disertai foto wajah dokter yang diduga terlibat.
Menanggapi hal tersebut, pihak kampus melalui Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat Unri, Armia memastikan, laporan telah diterima dan sedang ditangani secara serius oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
Armia menjelaskan, Satgas PPKPT telah langsung memproses laporan sesuai prosedur yang berlaku.
Sebagai langkah awal, pihak kampus juga telah menonaktifkan sementara terduga pelaku sejak 27 April 2026 guna mendukung kelancaran pemeriksaan.
“Pemeriksaan dilakukan secara objektif, profesional, dan berkeadilan dengan mengedepankan prinsip perlindungan serta kepentingan terbaik bagi korban,” ujar Armia, Senin (27/4/2026).
Ia menegaskan, penanganan kasus ini mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Pihak kampus, lanjutnya, tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, di lingkungan akademik.
Universitas Riau juga memastikan komitmen dalam memberikan perlindungan maksimal kepada korban, menjaga kerahasiaan identitas seluruh pihak terkait, serta menindak tegas pelaku sesuai ketentuan yang berlaku.
Di akhir pernyataannya, pihak kampus mengimbau seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menjaga lingkungan kampus tetap aman, sehat, dan nyaman.
Mereka juga diminta tidak ragu melaporkan jika mengalami atau mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan kampus.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Dokter Klinik UNRI Diduga Lakukan Pelecehan, Pegang Area Sensitif Korban Saat Pemeriksaan
| Bareskrim Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual |
|
|---|
| Setelah Viral, Polisi Hentikan Kasus Korban Pelecehan Jadi Tersangka |
|
|---|
| Penyebab Korban Pelecehan Seksual Jadi Tersangka, Diam-diam Buka HP Kepala Kantor Pos Pagar Alam |
|
|---|
| Akademisi Sebut Masalah Air Bersih Batam Bukan Sekadar Soal Pasokan, Tapi Ujian Kepercayaan Publik |
|
|---|
| Indosat Gelar IDCamp Connect 2025 di Universitas Riau: Mendorong Talenta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2804_dokter-cabul.jpg)