Kamis, 14 Mei 2026

Iran Bombardir Pangkalan Udara AS, Donald Trump: Amerika Serikat Siap Kumandangkan Perdamaian

Garda Revolusi Iran menyatakan, pihaknya menyerang markas tersebut seusai tewasnya Jenderal Qassem Soleimani pada Jumat (3/1/2020).

Tayang: | Diperbarui:
EPA-EFE via Tribun Jogja
Iran Bombardir Pangkalan Udara AS, Donald Trump: Amerika Serikat Siap Kumandangkan Perdamaian 

Iran Bombardir Pangkalan Udara AS, Donald Trump: Amerika Serikat Siap Kumandangkan Perdamaian

TRIBUNBATAM.id - Pangkalan udara milik Amerika Serikat mendapatkan serangan dari Iran.

Serangan terhadap Pangkalan Udara Ain al-Assad dan Irbil merupakan sebuah serangan balasan dari Iran.

Iran membombardir pangkalan udara AS tersebut pada Rabu dini hari (8/1/2020).

Garda Revolusi Iran menyatakan, pihaknya menyerang markas tersebut seusai tewasnya Jenderal Qassem Soleimani pada Jumat (3/1/2020).

Terkait serangan balasan itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara.

Trump menuturkan, kekuatan ekonomi dan militer yang dipunyai AS dapat mencegah konfrontasi yang terjadi.

"Fakta bahwa kami mempunyai peralatan militer yang mumpuni, bukan berarti kami harus menggunakannya," tegas Trump yang Tribunnews kutip melalui Kompas.com.

Dalam konferensi pers yang digelar Trumb, ia mengharapkan masa depan yang baik untuk rakyat Iran.

"Amerika Serikat siap untuk mengumandangkan perdamaian dengan semua pihak yang menginginkannya, " kata Trump dikutip melalui CBS News.

KABAR TERKINI IRAN VS AMERIKA SERIKAT - 80 Tentara AS Diklaim Tewas Dalam Serangan 22 Rudal Iran

Diduga Keberadaan Qassem Soleimani Bocor

Sebelumnya, diketahui ada kebocoran intilijen terkait tewasnya Qassem Soleimani.

Diwartakan TribunJogja, sebelumnya, Keberadaan Qassem diduga terendus sejak ia di Damaskus, Suriah, sebelum terbang ke Baghdad, Irak, Kamis (2/1/2020).

Qassem dan pengawalnya tiba Jumat (3/1/2020) sekitar pukul 00.30 waktu Baghdad.

Qassem dijemput di apron parkir, turun tangga pesawat langsung masuk kendaraan berkaca gelap yang dikawal secara bersenjata.

Penyelidikan langsung dipimpin Penasehat Keamanan Nasional Irak, Falih al-Fayadh, yang juga Kepala Popular Mobilization Forces (PMF).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved