TANJUNGPINANG HARI INI

Diduga Jadi Korban Pencabulan, KPPAD Kepri Dampingi Pelajar Siswi Sebuah SMP di Tanjungpinang

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri mendampingi siswi SMP korban dugaan pencabulan di Tanjungpinang.

Diduga Jadi Korban Pencabulan, KPPAD Kepri Dampingi Pelajar Siswi Sebuah SMP di Tanjungpinang
tribunbatam.id
Kapolres Tanjungpinang, M Iqbal. 

TRIBUNBATAM.id,TANJUNGPINANG - Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melakukan pendampingan terhadap pelajar siswi sebuah SMP di Tanjungpinang yang diduga menjadi korban pencabulan.

Komisioner KPPAD Kepri Titi Sulastri menyampaikan, pendampingan dilakukan agar korban pencabulan yang masih di bawah umur tidak trauma. 

"Selain itu, tujuan pendampingan ini agar korban merasa terlindungi sehingga bisa membentengi dirinya," ujar Tri Sulastri, Senin (13/1/2020).

Ia mengatakan, hubungan antara tersangka Fh dengan korban diketahui masih dalam ikatan keluarga dengan korban.

Kejadian ini tentunya menjadi perhatian khusus bagi KPPAD. Sebab, korban mendapat perlakukan asusila terhadap lingkungan dekatnya.

"Bukan keluarga kandung, tapi masih ada sepupuan. Artinya bukan orang baru kenal, tetapi orang lingkungan dekat korban," ucapnya. 

Sulas pun meminta, agar semua pihak bisa bersama-sama melakukan pengawasan dan menjaga anak di bawah umur terhadap pelaku tindak asusila.

"Tidak cukup dengan peran orang tua. Kami memaklumi juga, bahwa tidak semua orang tua mampu mengawasi anaknya. Tentunya pengawasan anak di bawah umur jadi peran lingkungan tempat tinggalnya, serta perangkat masyarakat yang ada," himbaunya.

Seorang pemuda berinisial Fh sebelumnya diamankan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang. Ia diduga melakukan pencabulan terhadap pelajar siswi di sebuah SMP di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. 

Kapolres Tanjungpinang AKBP M Iqbal mengatakan, penangkapan Fh berawal dari laporan orang tua korban yang mengetahui anaknya mendapat perlakuan tidak senonoh oleh Fh.

"Korban terpedaya bujuk rayu tersangka sampai melakukan perbuatan melanggar hukum. Usai dilaporkan oleh orang tuanya, langsung anggota lakukan penangkapan," ujar M Iqbal

Korban pun kini sedang mendapat bimbingan konseling. Polisi pun sudah berkoordinasi dengan pihak KPPAD, dan Dinas Sosial.

Fh diduga melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak pada Pasal 82 ayat 1 dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara.(Tribunbatam.id/Endrakaputra)

Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved