BATAM TERKINI
Pemilik Usahaku Hilang dari Medan, Konsultan Investasi Bodong di Batam Ikut Tertipu
Konsultan investasi bodong atau yang dikenal dengan Komunitas Usahaku di Batam, ikut tertipu oleh investasi abal-abal tersebut.
Pemilik Usahaku Menghilang dari Medan, Konsultan Investasi Bodong di Batam Ikut Tertipu
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Konsultan investasi bodong atau yang dikenal dengan Komunitas Usahaku di Batam, ikut tertipu oleh investasi abal-abal tersebut.
Heri Suyanto yang menjadi Konsultan Komunitas Usahaku, mengaku tergiur dengan hasil yang dijanjikan.
Awal Heri berinvestasi ketika melihat spanduk yang terpampang di depan rumah 'Usahaku' pasangan suami istri Havis dan Martini yang bertuliskan Komunitas 'Usahaku.'
"Di depan rumahnya ini dulu ada spanduk besar Komunitas Usahaku, nah setelah itu saya bertanya-tanya lah soal itu," kata Heri
Melalui spanduk bertuliskan 'Komunitas usahaku saling membantu, memberi bukti bukan janji', dari situ Heri berkenalan dengan Havis sang pemilik investasi.
• Investasi Bodong MeMiles Seret Nama Sejumlah Artis, Mulan Jameela dan Managemen RCM Juga Disebut
"Pak Havis itu bilang kita tanamkan modal, kemudian dia dan istrinya akan memutar (mengolah) uang tersebut, dia bilang saya gak perlu ngapa-ngapain, biarin mereka aja yang mutar di bisnis kepunyaannya saya tinggal tunggu transferan," ungkap Heri.
Heri menceritakan model investasi di Komunitas 'Usahaku' ini adalah berupa pembagian hasil sebesar 25 persen dari modal yang telah disetor.
"Havisnya ngomong, masukkan uang ke sini sebagai modal, nanti dapat 25 persen setiap bulan dari modal itu dikontrak selama setahun," kata Heri menyampaikan ulang perkataan Havis kepadanya saat itu.
Heri, perjanjian kontrak selama satu tahun itu ditandatangani oleh Martini istri dari Havis di atas materai.
Havis dan Martini tinggal di rumah Kampung Durian bersama dengan keluarganya yang terdiri dari adik dan ipar serta orangtua Martini.
"Jadi mereka tinggal disini itu bareng-bareng, ada adiknya Martini yang namanya Sinta dan suaminya Udin, serta orangtua Martini, biasanya kami panggil Abah," terang Heri.
Heri tak mengungkapkan secara jelas apa peran keluarga dalam bisnis Havis dan Martini.
"Kalau mau setor modal atau top up kan langsung ke rumah ini, terus diterima sama Martini, nah biasanya kalau Martini tak ada yang menggantikannya itu ya adiknya si Sinta," kata Heri.
Namun diketahui, sampai Minggu (12/1), keluarga Martini pun ikut menghilang dan tak pernah kembali ke rumah di Kampung Durian tersebut.
Menghilangnya keluarga Martini sampai saat ini, menyusul kabar Havis dan Martini yang berangkat ke Medan namun tak kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/investasi-bodong_20170809_184113.jpg)