Jumat, 24 April 2026

Lagi Kecelakaan Kerja di Karimun, Pekerja Kapal Isap Timah Ditemukan Tewas Terjepit

Seorang pekerja di Kapal Isap Produksi (KIP) Satria Anugrah 1, Aryo Towo meninggal dunia diduga alami kecelakaan kerja, Senin (14/1/2019) subuh.

tribunbatam.id
Jenazah Aryo Towo saat di ruang RSUD Muhammad Sani, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. 

Bahkan sewaktu dibawa menuju pemakaman, istri Maryono ingin tetap berada di samping jasad suaminya. Tampak beberapa anggota keluarga berusaha menenangkannya.

Tidak hanya istri Maryono, anggota keluarga dan kerabat pria 41 tahun itu tak kuasa menahan tangis mereka selama prosesi pemakaman.
Petugas Rumah Sakit Bukit Timah (RSBT), Karimun, membawa jenazah Maryono, korban kecelakaan kerja (laka kerja) sebuah perusahaan tambang granit ke ambulans.
Petugas Rumah Sakit Bukit Timah (RSBT), Karimun, membawa jenazah Maryono, korban kecelakaan kerja (laka kerja) sebuah perusahaan tambang granit ke ambulans. (tribunbatam.id/elhadifputra)

Maryono merupakan pekerja PT Pasific Granitama, sebuah perusahaan tambang granit di Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri

Bagian teknik perusahaan itu mengalami kecelakaan kerja (laka kerja) tergilas roda mesin konveyor, Sabtu (4/1/2020). 

Sebelum dimakamkan, jenazah Maryono terlebih dahulu disalatkan di Masjid Baiturrohman, Guntung Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

"Korban bekerja di bagian teknisi elektrik," kata seorang pekerja.

Dikenal Baik dan Sering Salat di Masjid

Kepergian Maryono meninggalkan kesan mendalam di lingkungan tempat ia tinggal. 

Pria 41 tahun yang tinggal di Guntung Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dikenal sebagai sosok yang baik.

Pria yang bekerja sebagai teknisi di PT Pasific Granitama itu meninggal dunia dalam kecelakaan kerja (laka kerja) Sabtu (4/1/2020).

Bukan hanya keluarga dan kerabat saja, namun rasa kehilangan juga dirasakan oleh tetangga serta warga di sekitar tempat tinggal Maryono.

Seorang warga Guntung Punak, Aguslan mengatakan, Maryono dikenal sebagai pribdi yang aktif di lingkungan tempat tinggalnya.

"Semalam saya masih ketemu waktu salat Magrib. Almarhum sering salat jemaah di Masjid," katamya.

Aguslan turut berduka terhadap meninggalnya Maryono.

Maryono diketahui meninggalkan seorang istri dan satu orang anak.

"Almarhum masih punya anak kecil yang masih SD," ucapnya.

Isak tangis tampak dari istri Maryono di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Guntung Punak, Sabtu (4/1/2020) sore.(tribunbatam.id/elhadif putra)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved