Lagi Kecelakaan Kerja di Karimun, Pekerja Kapal Isap Timah Ditemukan Tewas Terjepit
Seorang pekerja di Kapal Isap Produksi (KIP) Satria Anugrah 1, Aryo Towo meninggal dunia diduga alami kecelakaan kerja, Senin (14/1/2019) subuh.
Bahkan sewaktu dibawa menuju pemakaman, istri Maryono ingin tetap berada di samping jasad suaminya. Tampak beberapa anggota keluarga berusaha menenangkannya.
Maryono merupakan pekerja PT Pasific Granitama, sebuah perusahaan tambang granit di Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.
Bagian teknik perusahaan itu mengalami kecelakaan kerja (laka kerja) tergilas roda mesin konveyor, Sabtu (4/1/2020).
Sebelum dimakamkan, jenazah Maryono terlebih dahulu disalatkan di Masjid Baiturrohman, Guntung Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
"Korban bekerja di bagian teknisi elektrik," kata seorang pekerja.
Dikenal Baik dan Sering Salat di Masjid
Kepergian Maryono meninggalkan kesan mendalam di lingkungan tempat ia tinggal.
Pria 41 tahun yang tinggal di Guntung Punak, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dikenal sebagai sosok yang baik.
Pria yang bekerja sebagai teknisi di PT Pasific Granitama itu meninggal dunia dalam kecelakaan kerja (laka kerja) Sabtu (4/1/2020).
Seorang warga Guntung Punak, Aguslan mengatakan, Maryono dikenal sebagai pribdi yang aktif di lingkungan tempat tinggalnya.
"Semalam saya masih ketemu waktu salat Magrib. Almarhum sering salat jemaah di Masjid," katamya.
Aguslan turut berduka terhadap meninggalnya Maryono.
Maryono diketahui meninggalkan seorang istri dan satu orang anak.
"Almarhum masih punya anak kecil yang masih SD," ucapnya.
Isak tangis tampak dari istri Maryono di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Guntung Punak, Sabtu (4/1/2020) sore.(tribunbatam.id/elhadif putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/korban-laka-kerja-kapal-isap-timah-di-karimun.jpg)