Rabu, 22 April 2026

Beri Warna Baru, Mendongeng Cerdas, Mendidik dan Kreatif Ala ATB

PT ATB menjadikan kegiatan mendongeng sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) ATB Peduli Pendidikan bertajuk ATB Bercerita.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Brand Ambassador ATB mendongeng pada kegiatan ATB Dendang pesisir akhir tahun 2019 silam. MEndongen adalah bagian dari program ATB bercerita. 

Beri Warna Baru, Mendongeng Cerdas, Mendidik dan Kreatif Ala ATB

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang dituangkan dalam bentuk sastra.

Cerita rakyat, legenda dan dongeng nusantara menyimpan beragam kisah kearifan lokal.

Kisah-kisah yang mencerminkan nilai kebaikan tersebut disampaikan kepada anak-anak agar menjadi pribadi unggul yang siap membangun Indonesia di masa mendatang.

Namun budaya mendongeng perlahan mulai memudar seiring dengan penetrasi era digital.

Dulu, orangtua masih sering membacakan dongeng untuk anak.

Zaman itu, televisi dan gadget masih sangat terbatas penggunaannya sehingga dongeng dan buku cerita masih menjadi hiburan yang penting bagi anak-anak.

Sayangnya, kini seni mendongeng menjadi semakin langka bagi anak-anak yang lahir di era digital.

Berangkat dari keprihatinan dan keinginan untuk melestarikan dongeng bagi anak bangsa, PT Adhya Tirta Batam (ATB) menjadikan kegiatan mendongeng sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) ATB Peduli Pendidikan bertajuk ATB Bercerita.

Selain menjalankan fungsi edukatif, ATB Bercerita diharapkan dapat membantu mengembangkan daya imajinasi anak, memperkaya kosa kata, meningkatkan keterampilan bahasa, kemampuan mendengarkan serta merangsang kreatifitas anak.

“ATB Bercerita menjadi media edukasi yang penuh dengan pesan moral bagi bekal masa depan anak-anak. ATB ingin tetap menghidupkan warisan budaya ini sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan tanah air,” jelas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, saat ditemui di Kantor Pelayanan Pelanggan ATB Sukajadi.

Meskipun dongeng merupakan media konservatif namun mendongeng mampu menstimulus generasi muda di tengah terpaan teknologi yang sukar dibendung.

Menggunakan bahasa sederhana yang menarik, pesan di dalam dongeng mudah diterima tanpa terkesan menasehati maupun memaksakan. Inilah salah satu faktor mengapa dongeng masih digemari berbagai kalangan usia hingga kini.

“Secanggih apapun teknologi tidak dapat menandingi kehebatan budaya mendongeng dalam hal penanaman budaya literasi maupun pengembangan diri. Jadi, kita harus luangkan waktu untuk mendongeng bagi anak-anak sebagai ganti penggunaan gadget,” ujar Maria.

Program ATB Bercerita yang dilaksanakan oleh tim Community & Education ATB sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Batam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved