CEO Twitter, Jack Dorsey Tak akan Pernah Memasang Tombol 'Edit Botton', Ini Alasannya
Ternyata ini alasanya 'Edit Button' di Twitter dan CEO Twitter tidak akan pernah memasangnya, kenapa?
Meski begitu, Jack juga mengungkapkan alasan mengapa Twitter tidak dipasangi fitur edit button.
Alasan yang diungkapkan Jack Dorsey pun terdengar masuk akal dan dapat dimengerti.
"You might send a tweet and then someone might retweet that and an hour later you completely change the content of that tweet and that person that retweeted the original tweet is now retweeting and rebroadcasting something completely different," kata Jack Dorsey.
(Kamu bisa saja mengirim cuitan dan kemudian ada orang lain yang me-retweetnya dan sejam kemudian kamu telah mengubah konten cuitan itu, dan orang yang me-retweet cuitan sebelumnya bisa jadi meretweet dan mem-broadcast ulang sesuatu yang sangat berbeda.)
• LAGI! Film Kucumbu Tubuh Indahku Raih Penghargaan, Ajang Asia Pasifc Film Festival (APFF) ke 59
Tentu itu adalah hal yang tepat mengingat ada beberapa orang jahat yang menggunakan Twitter untuk menyebarkan kebencian.
Selain itu, bisa mengubah cuitan lama dapat menimbulkan peluang lain untuk menebarkan kekacauan.
Kamu bisa mengubah cuitan untuk mengubah opini yang kamu bagikan.
Ini bukan hal yang besar bagi orang biasa.
• LAGI! Film Kucumbu Tubuh Indahku Raih Penghargaan, Ajang Asia Pasifc Film Festival (APFF) ke 59
Namun, akan sangat berbeda halnya jika yang melakukan hal itu adalah tokoh publik, presiden misalnya.
Contohnya, ketika seorang tokoh besar atau presiden dapat mengubah cuitan lamanya agar terkesan seolah-olah ia mendukung tindakan atau undang-undang yang sebelumnya ia tentang.
Hal ini tentu bisa mengarah pada kekacauan.
Sementara itu, untuk masalah typo, Jack Dorsey juga memberikan penjelasan.
• 5 Khasiat Kopi Buat Kecantikan yang Tak Banyak Diketahui, Hilangkan Dark Circle pada Mata
"We've considered a 1-minute window or a 30-second window to correct something,"
(Kami memang pernah mempertimbangkan untuk memberi jendela waktu selama satu menit atau 30 detik untuk membenarkan sesuatu sebelum mengunggah cuitan)," kata Jack.
"But that also means that we have to delay sending that tweet out because once it's out, people see it. So these are all the considerations. It's just work but we'll probably never do it." pungkas CEO kelahiran Missouri, AS pada 19 November 1976 tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/twitter_20170102_205047.jpg)