Minggu, 26 April 2026

Heboh Video Ormas Kokam Berseragam Bak Kopassus Tenteng Senjata, Cak Nanto Jelaskan yang Sebenarnya

Viral di media sosial sebuah video memperlihatkan organisasi masyarakat komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah ( Kokam) berseragam mirip Kop

Twitter/Screenshot Video
Kokam Muhammadyah menenteng senjata 

#Heboh Video Ormas Kokam Berseragam Bak Kopassus Tenteng Senjata, Cak Nanto Jelaskan yang Sebenarnya

TRIBUNBATAM.id - Viral di media sosial sebuah video memperlihatkan organisasi masyarakat komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah ( Kokam) berseragam mirip Kopassus dan menenteng senjata.

Video viral disebut mirip Kopassus itu lantas menjadi sorotan warganet.

Unggahan video tersebut dibagikan oleh pemilik akun Twitter @digeeembok pada Jumat (18/1/2020).

Hingga saat ini, Sabtu (18/1/2020) pukul 9.00 WIB, unggahan tersebut sudah di retweet lebih dari 1.000 kali dan disukai lebih dari 2.000 kali.

Adapun @digeeembok menuliskan "Izin lapor Pak @penkopassus. Kok ada ormas yg seragamnya mirip kesatuan bapak. Padahal ormas tsb namanya Kokam pak. Nih mantan ketuanya @Dahnilanzar Terima kasih pak".

Kokam orasi di depan kantor PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja, Medan, Jumat (03/11/2017).
Kokam orasi di depan kantor PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja, Medan, Jumat (03/11/2017). (TRIBUN MEDAN/M Fadli)

 

Atas viralnya video tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Sunanto mengatakan pihaknya juga masih melacak kebenaran dari video tersebut.

"Kami masih melacak apa benar dalam video tersebut Kokam atau bukan," ujarnya kepada Kompas.com (Tribun Batam Group), Sabtu (18/1/2020).

Pria yang karib disapa Cak Nanto tersebut menjelaskan, belum tahu pasti kebenarannya.
Pasalnya, banyak ormas-ormas lain yang memiliki seragam serupa.

Selain itu, lanjutnya, Kokam selama ini tidak ada yang menggunakan senjata.

"Selama ini kami tidak dipersenjatai dengan apapun, hanya berbekal skill dan keimanan," katanya menjelaskan.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, di aula KH.Ahmad Dahlan, Pusat Pimpinan Muhammadiyah, Menteng Raya, Rabu (27/12/2017).
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, di aula KH.Ahmad Dahlan, Pusat Pimpinan Muhammadiyah, Menteng Raya, Rabu (27/12/2017). (tribunnews)

 

Seragam militer

Ketika disinggung soal seragam Kokam yang menyerupai salah satu seragam salah satu angkatan, pihaknya mengatakan sudah dari dahulu seperti itu.

"Memang kalau lorengnya dari dulu begitu, tapi ada bet (emblem) khusus. Dan dalam video itu kayaknya enggak ada bet (emblem) khususnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Cak Nanto mengungkapkan bahwa dalam video tersebut juga tampak yang memakai seragam ormas lain yakni Banser.

Adapun Banser adalah Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama.

"Intinya, kami masih terus melacak dulu ini kegiatannya apa. Karena Kokam kan banyak tidak hanya satu dua orang saja," tutupnya.(*)

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.
Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak. (Kristian Erdianto)

 

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Viral Video Ormas Kokam Berseragam Mirip Kopassus, Tenteng Senjata Layaknya Mau Berperang

Berita Lain Tribun Batam:

Suk Duka Dahnil Anzar Jadi Jubir Menhan Prabowo

Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan kisah menarik dua bulan pertamanya bersama Prabowo di Kementerian Pertahanan.

Dahnil mengaku, ada dua hal yang dipelajarinya setelah ditugaskan Prabowo sebagai juru bicara Menteri Pertahanan.

Dua hal yang dipelajari adalah bagaimana melakukan cara hormat dan mengucapkan kata "siap" yang benar.

 Dua hal itu merupakan jamak terjadi dan mudah dijumpai di lingkungan Kementerian Pertahanan.

"Yang saya pelajari dua hal, pertama adalah cara hormat yang benar, kemudian kedua kata 'siap'. Jadi itu yang saya pelajari, hari pertama itu belajar dua hal dulu, yaitu siap dan cara hormat," ujar Dahnil di Kantor Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Selain itu, Dahnil Anzar juga mengungkapkan, sebelum masuk dalam lingkungan Kementerian Pertahanan, dirinya telah melewati sejumlah fase.

Fase ini disebutnya sebagai masa jet lag.

Diketahui, pria kelahiran 10 April 1982 itu sebelumnya juga kerap bergabung dalam koalisi masyarakat sipil yang membela masalah hukum dan hak asasi manusia.

Saat itu, dia masih menjabat sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.

Ia juga cukup vokal dalam mendesak kepolisian dan pemerintah untuk mengungkap penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan.

Latar belakang pendidikannya pun bukan politik, melainkan ilmu ekonomi dan kebijakan publik.

Sejak dikenal sebagai aktivis hingga saat ini, setidaknya Dahnil Anzar mengalami jet lag empat kali.

Juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak saat berada di Kampus Untirta Kota Serang Senin (1/7/2019)Doc Twitter @dahnilanzar Juru bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak saat berada di Kampus Untirta Kota Serang Senin (1/7/2019)

Jet lag pertama itu terjadi saat dirinya berkonsentrasi di dunia akademisi.

Ini termasuk saat Dahnil berkecimpung dalam dunia aktivisme dan pernah mengemban posisi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Jet lag kedua terjadi ketika Dahnil memutuskan terjun dalam dunia politik sebagai juru bicara tim sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Jet lag berikutnya adalah saat Dahnil Anzar Simanjuntak ditunjuk Prabowo menjadi juru bicara Koalisi Merah Putih (KMP).

Sedangkan jet lag terakhir adalah ketika diamanahkan Prabowo mengemban tugas juru bicara Menteri Pertahanan.

"Ini berubah lagi dan tentu cara memproduksi narasi dan menjawab teman-teman itu berbeda, jadi mohon dipahami," kata dia.




Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Dahnil Anzar Jadi Jubir Menhan Prabowo, Ada Dua Hal Baru Dipelajari", https://nasional.kompas.com/read/2020/01/17/09202161/cerita-dahnil-anzar-jadi-jubir-menhan-prabowo-ada-dua-hal-baru-dipelajari?page=all

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved