Rabu, 15 April 2026

SELEB TERKINI

Ini 5 Alasan Helmy Yahya Dicopot Dari Jabatan Direktur Utama

Helmy Yahya diberhentikan dari jabatan Direktur Utama TVRI oleh para Dewan Pengawas TVRI. Berikut ini 5 alasan mengapa Hemly Yahya dilengserkan begitu

Tribunnews
Helmy Yahya. 

TRIBUNBATAM.id - Akhir-akhir ini publik figure Helmy Yahya menjadi sorotan publik.

Pasalnya, Helmy Yahya tengah kisruh dengan para Dewan Pengawas TVRI yang menentangnya.

Bahkan Helmy Yahya diberhentikan dari jabatan Direktur Utama TVRI.

Sementara perlawanan muncul dari karyawan, antara lain dalam bentuk penyegelan ruangan Dewan Dengawasa TVRI.

TVRI menjadi trending di twitter pagi ini, Jumat 17 Januari 2020.

Hal itu tampak pada penayangan yang dibagikan @KRMTRoySuryo2

Dilengserkan dari TVRI, Helmy Yahya Belah diri dan Melawan: Saya nggak Main-main!

Tweeps,
Sekalilagi, LPP @TVRINasional
ini adalah Aset Bangsa & Kebanggaan Indonesia,
Bahkan akhir2 ini Tayangan2nya mulai "kembali" dicintai Masyarakat.
Kalau konflik Dewas & Direksi begini saja tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah / @DPR_RI
, maka yg rugi juga tetap Rakyat

Salah satu penyebab pemecatan Helmy sebagai Dirut TVRI adalah pembelian hak siar Liga Inggris yang dinilai terlalu mahal.

Hal itu membuat publik, khususnya Netizen kecewa:

@vrmanvip: Baru mulai suka nonton TVRI lagi, acaranya bagus2, n ada Liga Inggris. Eh malah kaya gini..
Kapan mau majunya

@kenaskandal: Mola TV masih belum familiar di Indonesia, sedangkan TVRI sedang mau berbenah agar punya nuansa baru

@yunitannisaSJ: Helmy Yahya diberhentikan dri TVRI, apakah siaran bulutangkis nantinya bakal tidak ada? Padahal nonton TVRI karena ada siaran pertandingan bulutangkisnya.
mas ?

Selain siaran Liga Inggris, kerjasama dengan MolaTV sebagai hak siar, TVRI juga menayangkan siaran bulu tangkis. Bahkan memprokalmirkan diri TVRI sebagai Rumah Bulutangkis.

Surat Pemecatan

Ada pun surat pemecatan terhadap Helmy Yahya sebagai Direktur Utama TVRI tertuang pada surat berkop TVRI tanggal 16 Januari 2020 yang beredar melalui grup-grup WhatsApp (WA).

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved