ANAMBAS TERKINI

Ngaku Ucapkan Kata Tak Pantas, Begini Penjelasan Guru Pelaku Bully ke Siswi Sekolah di Anambas

Kasus bullying yang diduga dilakukan seorang guru di sebuah sekolah di Anambas dan sempat jadi topik hangat sampai kini belum mendapat titik terang.

FREEPIK.COM
Ilustrasi 

Ngaku Ucapkan Kata Tak Pantas, Begini Penjelasan Guru Pelaku Bully ke Siswi Sekolah di Anambas 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kasus bullying yang diduga dilakukan seorang guru di sebuah sekolah di Anambas dan sempat jadi topik hangat di media sosial sampai kini belum mendapat titik terang.

Sebab, kedua belah pihak masih tetap membela diri masing-masing.

Pelaku pembulian yang diketahui identitasnya adalah seorang guru agama bernama Sukimin yang mengajar di SMK N 1 Anambas, Air Asuk, Kepulauan Anambas saat ditemui media mengakui dia melakukan tindakan tersebut.

"Memang benar saya bilang kata yang kurang pantas itu, tapi tidak seperti yang diberitakan nampaknya sudah berlebihan sekali, sebab saya dengan orang tua dia (AR) itu masih kerabat dekat, ini hanya salah paham saja," kata Sukimin kepada wartawan, Senin (20/1/2020).

Ketika TRIBUNBATAM.id menghubungi Kasi Perlindungan Anak Pemberdayaan Perempuan dan Pemenuhan Hak Khusus Anak Fenita, ia menjelaskan, bahwa kasus ini terjadi pada akhir tahun 2019 lalu, tepatnya sekitar bulan November.

"Orangtua nya juga sudah konseling, dan November pihak kita sudah ada yang turun, nah selanjutnya itu sudah kita serahkan kepada KPPAD Anambas, iya kejadiannya itu kan akhir tahun lalu lah," ujar Fenita melalui sambungan seluler, Senin (20/1/2020).

Kena Bullying Guru, Siswi di Anambas Trauma hingga Tak Mau Sekolah, KPPAD Kepri Turun Tangan

Kemudian Sukimin mengaku sempat kaget dengan pemberitaan yang beredar.

Ia menceritakan, bahwa ia dan pihak sekolah serta korban AR yang disaksikan Camat dan Komite sekolah telah menganggap perkara ini yang terjadi pada bulan Oktober 2019 itu sudah selesai.

"Kalau kata-kata saya ini dianggap bully saya atas nama pribadi dan sekolah meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak keluarga korban," terang Sukimin.

Sementara itu Ketua KPPAD Anambas Rizka masih menelusuri kasus ini dari kedua belah pihak.

"Kita sudah telusuri dari kedua belah pihak yang sedang bermasalah, namun fakta di lapangan ada beberapa hal penting terkait kasus ini yang tidak dijelaskan secara berimbang oleh media yang menaikkan berita," sebut Rizka.

Ia mengungkapkan bahwa masalah antara sekolah dan pihak keluarga ini sudah lama selesai, namun muncul kembali dan beritanya beredar di mana-mana.

Dari informasi yang TRIBUNBATAM.id peroleh melalui Konsolor P2TP2A Erdawati, pihaknya dan KPPAD serta Kasat Reskrim berencana akan mendatangi SMK N 1 Anambas pada Selasa esok (21/1/2020). (Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved