Limbah Minyak Hitam Jadi Atensi Pemerintah Pusat, Maksimalkan Survei Bawah Laut di Perbatasan Kepri

Pemerintah Pusat bakal melakukan survei bawah laut dengan alat yang canggih di wilayah perairan perbatasan Kepri terkait limbah minyak hitam.

Limbah Minyak Hitam Jadi Atensi Pemerintah Pusat, Maksimalkan Survei Bawah Laut di Perbatasan Kepri
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Suasana saat Tim gabungan Polres Bintan dari Satreskrim, Satpolair dan Satsamapta Polres Bintan bersama DLH Bintan dan pihak resort melakukan pengecekan keberadaan limbah minyak hitam yang mencemari pantai di kawasan pantai, Lagoi, Jumat (13/12/2019) kemarin. Keberadaan limbah minyak hitam di Kepri menjadi perhatian Pemerintah Pusat. 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Keberadaan limbah minyak hitam yang mencemari sejumlah pesisir Bintan, Provinsi Kepri menjadi Pemerintah pusat. 

Pemerintah bakal melakukan survei bawah laut dengan alat yang canggih di wilayah perairan perbatasan Kepri untuk mengetahui jelas kondisi limbah minyak hitam yang dibuang ke laut.

Peningkatan pengawasan dalam operasi laut juga menjadi komitmen Pemerintah Pusat

"Hasil rapat di Kemenko Maritim dan Investasi beberapa waktu lalu, pemerintah fokus memaksimalkan operasi laut di perbatasan Kepri untuk mencegah pencemaran limbah," ujar Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Kabupaten Bintan, Asri, Selasa (21/1/2020).

Dalam pembahasan tersebut, pemerintah sepakat untuk menindaktegas pelaku pembuangan limbah di perairan perbatasan antara Indonesia, Singapura dan Malaysia.

"Kementerian Luar Negeri diharapkan untuk meningkatkan koordinasi bersama negara tetangga tersebut untuk mencegah aksi pembuangan limbah dan bagaimana teknik mengatasinya agar persoalan tersebut tidak terus menerus terjadi," terangnya.
Keberadaan limbah lumpur minyak hitam (sludge oil) yang ditemukan di sejumlah lokasi di pesisir Kabupaten Bintan, sampai ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto. 
Menggunakan kapal feri Kepri 01, Isdianto bersama rombongan bergerak menuju Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Bintan.
Setelah sampai di pelabuhan, Isdianto bergegas menuju Nirwana Gardens untuk melihat limbah minyak hitam yang sudah dikumpulkan ditempat penyimpanan sementara limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) Nirwana Gardens Resort Lagoi.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto bersama pejabat terkait lainya mengecek limbah minyak hitam yang di kumpulkan di tempat penyimpanan sementara limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) Nirwana Gardens Resort Lagoi, Selasa (21/1/2020).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto bersama pejabat terkait lainya mengecek limbah minyak hitam yang di kumpulkan di tempat penyimpanan sementara limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) Nirwana Gardens Resort Lagoi, Selasa (21/1/2020). (tribunbatam.id/istimewa)
 
Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab menyebutkan, dengan adanya limbah minyak hitam yang mencemari sejumlah pantai di kawasan wisata lagoi menyebabkan berkurangnya peminat turis yang berlibur di Lagoi.
"Wisata yang berkunjung ke lagoi berkurang akibat limbah minyak hitam itu mencemari sejumlah pantai di kawasan lagoi," ucap Abdul Wahab, Selasa (21/1/2020).
Wahab menyampaikan, terdapat 299 drum berisi limbah yang dikumpulkan sejak November 2019 hingga Januari 2020 di sejumlah pantai di lagoi di area BBIR Lagoi. 
"Saya berharap pemerintah bisa segera mengatasi hal ini. Supaya pantai-pantai di lagoi tidak di cemari limbah minyak hitam lagi, dan wisatawan kembali ramai berkunjung ke lagoi,"tuturnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Provinsi Kepri, Isdianto menyebutkan, Pemerintah Provinsi Kepri akan mengadakan rapat koordinasi dengan pihak swasta terkait adanya limbah minyak hitam yang mencemari pantai di Kabupaten Bintan.
"Dengan adanya rapat kordinasi itu, diharapkan dapat membuat barier (oil bump) di garis pantai kawasan BBIR Lagoi untuk menghambat Limbah minyak hitam sampai di pantai," ujarnya.
Gotong Royong Bersihkan Limbah Oli 

Jajaran Polsek Gunung Kijang bersama warga dan Ormas Melayu Raya bergotong royong membersihkan bibir pantai Trikora Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, yang tercemar limbah lumpur minyak hitam (sludge oil).

Kapolsek Gunung Kijang AKP Monang Parlagutan Silalahi menyampaikan, kegiatan gotong royong ini merupakan keprihatinan masyarakat dengan kondisi pantai yang tercemar limbah namun tidak diperhatikan serius oleh dinas terkait.

"Padahal perihal urusan limbah merupakan tugas dari dinas terkait yang berwenang untuk mengambil langka penanganannya," ucap Monang, Rabu (15/1/2020).

"Limbah-limbah yang mencemari pantai itu kita kumpulkan dan kita masukkan kedalam beberapa lubang yang sudah kami gali. Karena tidak ada tempat penampungan limbahnya," ungkapnya.

Monang menambahkan, dengan adanya upaya pembersihan limbah itu, suasana pantai di desa malang rapat kembali bersih dan asri dengan pasir putih yang ada dilokasi.

Halaman
1234
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved