KARIMUN HARI INI

Sejumlah Ormas Bantu Wn dan Keluarga, Warga Buru Karimun Nekat Akhiri Hidup dengan Terjun ke Laut

Beberapa organisasi, yaitu Melayu Raya, Karang Taruna dan Patahe mendatangi kediaman Wn, warga Buru Karimun yang mencoba akhiri hidup terjun ke laut.

tribunbatam.id/istimewa
Sejumlah organisasi di Karimun memberikan bantuan pada keluarga Azmi dan Lama, warga Kecamatan Buru yang nekat terjun ke laut untuk mengakhiri hidup. 
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kehidupan keluarga Wn alias Lama dan suaminya Azmi menarik perhatian sejumlah pihak.
Lama mencuri perhatian publik setelah aksinya melakukan upaya bunuh diri pada Sabtu (18/1/2020) pagi. Beruntung tindakannya itu dicegah oleh Babinkamtibmas Kelurahan Buru dan Kelurahan Lubuk Puding, Brigadir Buzari.
Kamis (23/1/2020), beberapa organisasi, yaitu Melayu Raya, Karang Taruna dan Patahe mendatangi kediaman Lama di RT 003/RW 002, Kelurahan Lubuk Puding, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Ketua Melayu Raya Karimun, Firdaus mengaku sangat prihatin melihat kehidupan Lama dan keluarga.
Dimana Lama dan suami beserta sembilan anaknya tinggal di sebuah gubuk reot berukuran sekitar 4X5 meter.
Gubuk itu pun berada di atas lahan milik warga lain. Dinding rumah yang ditempati oleh Lama dan keluarga hanya terbuat dari kayu-kayu yang disusun tegak. Dengan kondisi dinding yang demikian, maka tidak dapat menghalanhi tiupan angin.
Tidak ada perabotan di dalamnya. Hanya terdapat balai-balai dari papan yang berfungsi sebagai tempat tidur. 
"Sangat memperihatinkan. Bukan maksud menghina, tapi maaf cakap mereka hidup di gubuk yang seperti kandang kambing. Kondisinya memang seperti di foto itu. Memang sangat tidak layak untuk ditinggali," kata Firdaus.
Firdaus menyebutkan untuk saat ini sudah ada yang ingin menghibahkan tanahnya bagi keluarga Lama dan Azmi.
"Ada kemarin yang hibahkan tanah. Lalu mau dibangun pakai program RTLH. Bapak itu (Azmi) tidak berani karena status tanahnya belum jelas. Dan Alhamdulillah tadi ada yang mau menghibahkan tanah nya. Saya juga minta dengan Lurah, kalau bisa permudahlah untuk bapak ini untuk administrasinya. Karena kondisinya sangat susah," harap Firdaus.
Pihaknya juga mengupayakan pengobatan bagi anak kedua Azmi dan Lama yang menderita penyakit Ginjal.
"Mau dilanjutkan penanganan pengobatannya ke Batam. Kita sudah koordinasi dengan Pembina Utama Melayu Raya, Wakapolda Brigjen Yan Fitri," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Melayu Raya, Karang Taruna dan Patahe sempat memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang kepada Azmi.
Beratnya beban hidup diduga menjadi penyebab Wn, Warga Buru Karimun nekat melakukan upaya bunuh diri dengan terjun ke laut.
Kondisi Keluarga Wn 
Bukan hanya beban ekonomi, namun berbagai cobaan menimpa keluarga Wn. Ia dan suaminya, Azmi memiliki sembilan orang anak. Keluarga mereka tinggal di sebuah gubuk reot yang berdiri di atas lahan milik warga lain.
Sebanyak lima anak-anaknya masih bersekolah.
Tidak hanya itu, anak ketiga Wn diketahui menderita sakit ginjal. Anaknya menderita penyakit itu sejak 2 tahun terakhir. 
"Penyakitnya dari hasil cek labor sama dokter," jelas Azmi yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (23/1/2020).
Karena alasan itu, Azmi memilih untuk tidak bekerja ke Malaysia. Ia harus mengantarkan anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani.
"Dulu berobat ke RSUD sekali seminggu. Kini sekali sebulan. Tanggal 27 ini harus periksa lagi," ujarnya.
Dalam pengobatannya, Nuruliza menggunakan BPJS Kesehatan. Namun meski demikian, keluarga tetap memerlukan biaya untuk berangkat ke Pulau Karimun.
"Memang pakai BPJS . Tapi kalau ke Balai butuh ongkos juga kami," tutur Azmi.
Dengan kondisi keluarganya sekarang, Azmi juga tidak bisa berkata-kata terkait tindakan yang dilakukan istrinya.
"Kondisi seperti ini tak bisa cakap lagi," katanya.
Berangsur Membaik
Kondisi Wn dikabarkan berangsur membaik. Meskipun belum kembali beraktivitas seperti biasa, namun wanita berinisial Wn itu sudah beristirahat di rumahnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Azmi (62) suami Wn yang dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (23/1/2020).
"Sekarang di rumah sudah mendingan. Tapi belum beraktifitas lagi," kata Azmi.
Nekat Terjun ke Laut 
Seorang warga di Kecamatan Buru, Karimun, Provinsi Kepri dilaporkan nekat terjun ke laut. 
Ia diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah sejumlah warga datang ke rumahnya. Dari penuturan warga, anak Wn diduga mengambil ponsel miliknya. 
Dari keterangan warga itu pula, anaknya diduga sudah beberapa kali mencuri sejumlah barang milik warga. Di antaranya beras dan mie instan di atas kapal pompong milik warga.
RT 003 RW 002, Teluk Dalam, Kelurahan Lubuk Puding, Kecamatan Buru, Karimun berinisial Wn yang diduga mencoba mengakhiri hidup juga memprihatinkan. 
Wanita ini memiliki sembilan anak, tujuh orang anaknya masih duduk di bangku sekolah. 
Wn diketahui tinggal di sebuah gubuk. Tempat tinggalnya tersebut juga bukan berada di tanah miliknya, namun di sebuah lahan milik warga. 
Untuk membiayai kehidupan keluarganya, Wn menjadi buruh pengupas kulit udang. Akan tetapi hasil yang diperolehnya sangatlah kecil.
Sementara suaminya yang dulu bekerja di Malaysia sudah tiga bulan tidak berangkat. Saat ini sang suami hanya bertanam ubi yang panennya harus menunggu tiga bulan sekali.
"Kehidupan ibu ini sangat memperihatinkan. Saya bukan menghina, tapi rumahnya seperti kandang kambing. Anaknya juga banyak. Kalau dulu suaminya kerja di Malaysia bisa mengirimkan uang," ucap Buzari, Rabu (22/1/2020).
Wn diketahui mencoba mengakhiri hidupnya dengan menenggelamkan diri ke laut Kampung Kolam, Pulau Buru, Sabtu (18/1/2020) sekira pukul 9 pagi.

Warga yang melihat aksi Wn melapor ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Buru dan Lubuk Puding, Polsek Buru Brigadir Buzari.

Saat melihat Wn berada di laut dalam kondisi timbul tenggelam Buzari segera mengejar dan menceburkan diri.

"Warga memberitahukan ada seorang ibu-ibu tenggelam di laut Kampung Kolam. Kami langsung berlari ke TKP begitu dapat info itu," kata Brigadir Buzari.

Setelah berhasil meraih tubuh Wn, Buzari membawanya dengan cara digendong ke pinggir pantai.

Wn tidak sadarkan diri meski telah berusaha dibangunkan.

"Saya coba tepuk-tepuk wajahnya masih tak sadarkan diri," ujar Buzari.

Diduga tindakan nekat warga RT 003, RW 002, Teluk Dalam, Kelurahan Lubuk Puding, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) itu karena depresi akibat tekanan hidup.(tribunbatam.id/elhadifputra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved