IMLEK 2020
Etnis Tionghoa Pantang Makan Bubur Saat Imlek, Ternyata Makna di Baliknya Mengejutkan
Saat, Imlek pasti banyak makanan yang tersaji. Namun, ternyata tidak semua makanan boleh disajikan saat merayakan Imlek.
Etnis Tionghoa Pantang Makan Bubur Saat Imlek, Ternyata Makna di Baliknya Mengejutkan
TRIBUNBATAM.id- Tinggal sehari lagi, warga Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Cina atau disebut juga Tahun Baru Imlek 2571.
Pada Imlek 2020 yang jatuh pada Sabtu 25 Januari itu banyak hal yang dipersiapkan etnis Tionghoa seperti hiasan-hiasan ornamen yang berwarna merah.
Selain identik dengan warna merah, Imlek juga menjadi momen saat berkumpul dengan keluarga atau kerabat.
Saat, Imlek pasti banyak makanan yang tersaji.
Namun, ternyata tidak semua makanan boleh disajikan saat merayakan Imlek.
Ternyata makanan yang tersaji saat Imlek memiliki makna mendalam.
• Ramalan Shio 2020 Spesial Imlek - Kambing Dapat Rezeki Nomplok, Tikus Logam Harus Kerja Lebih Keras
• 40 Koleksi Ucapan Selamat Imlek & Gambar Menarik, Pas Dibagi ke Saudara dan Teman via Medsos
Semuanya mengarah pada kebaikan dan keberuntungan di tahun baru.
Jadi tak heran kalau ada makanan yang wajib terhidang dan makanan yang pantang dihidangkan dan dinikmati.
Makanan pertama yang tak boleh disajikan saat Imlek adalah bubur.
Berbeda dengan buah jeruk yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi saat Imlek, bubur justru pantang dimakan pada saat merayakan Tahun Baru Imlek.
Bagi etnis China, bubur merupakan makanan yang melambangkan kesusahan dan kemiskinan.
Menyantap bubur saat Imlek dianggap sebagai doa buruk yang dikhawatirkan akan dialami di tahun yang baru.
Melansir Kompas.com, hal tersebut dibenarkan oleh Aji Chen Bromokusomo dari Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia sekaligus peneliti budaya dan kuliner Tionghoa.
Seperti bubur, dan makanan yang berkulit tajam, misalnya salak,” kata Aji seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (24/1/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/24012020_bubur-ayam.jpg)