Virus Corona Masuk Singapura, Dinkes Bintan Pasang Thermo Scanner di Pelabuhan
Singapura mengumumkan kasus pertama virus corona di negara itu, Kamis (23/1/2020) malam, bagaiman imbasnya ke Kepri?
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Agus Tri Harsanto
Hal ini membuat pemerintah China menghentikan seluruh perayaan Tahun Baru Imlek.
Sejumlah kasus juga mulai muncul di berbagai negara, yakni Thailand (4), Macau (2), Vietnam (2), Hong Kong (2), serta Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Singapura, dan Amerika Serikat, masing-masing satu kasus, demikian dilaporkan South China Morning Post.
Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan, pasien itu berlibur ke Singapura bersama keluarganya pada 20 Januari, terbang dari Guangzhou melalui penerbangan maskapai China Southern Flight CZ351.
Penderita di Singapura dilaporkan mengalami sakit tenggorokan saat dalam penerbangan tetapi tidak mengalami demam. Pria itu menderita demam pada hari berikutnya dan mulai batuk dan radang tenggorokan.
Ketika dia pergi ke SGH, Rabu, dia segera diisolasi, didiagnosis menderita pneumonia (radang paru). Ia kemudian diidentifikasi ke Kementerian Kesehatan, sekitar pukul 10 malam dan dinyatakan positif terkena virus 2019-nCoV itu, Kamis sore, pukul 18.00 waktu setempat (19.00 WIB)
MOH mengatakan, pihaknya akan mengidentifikasi sekitar 30 penumpang pesawat yang berada satu penerbangan dengan pria tersebut, terutama yang duduk dua baris di depan dan dua baris di belakangnya.
Sembilan satu rombongan telah diidentifikasi, termasuk putranya yang berusia 37 tahun dan masuk dalam tiga orang yang dicurigai sebelumnya. Sedangkan delapan lainnya telah meninggalkan Singapura.
Pihak berwenang akan menghubungi negara China untuk mengidentifikasi mereka.
The Straits Times menyebutkan, rombongan pria ini tinggal di Hotel Shangri-La’s di daerah wisata Pulau Sentosa.
Pemerintah meminta agar masyarakat negara singa itu tidak panik karena pasien itu dipastikan tidak akan mengancam kesehatan publik.
MOH juga menyampaikan bahwa seorang perempuan berumur 53 tahun dari China juga dicurigai terpapar melalui tes awal. Saat ini, wanita tersebut sedang menjalani tes lanjutan untuk memperkuat asumsi mereka.
Menurut MOH, sejauh ini ada 28 orang yang dicurigai terjangkiti mulai dari bayi berusia satu tahun hingga manula umur 78 tahun.
Sebanyak tujuh orang yang sebelumnya dicurigai terinfeksi virus tersebut telah dinyatakan negatif.
Pemeriksaan Diperluas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/temuan-virus-corona-di-singapura.jpg)