Selasa, 5 Mei 2026

Butuh Proses Panjang Operasi Bayi Kembar Siam di Batam, Tim Bakal Lakukan Operasi Hingga 12 Jam

Proses pemisahan bayi kembar siam di Batam memerlukan proses yang begitu panjang. Tim operasi memprediksi operasi di Maret 2020 habiskan waktu 12 jam.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Zakia, bayi kembar siam sedang dirawat di RS BP Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Proses pemisahan bayi kembar siam Dzakiyah Thalita Sakhi memerlukan proses yang begitu panjang. Dokter Spesialis bedah anak RSBP Batam sekaligus anggota tim Operasi Pemisahan Bayi Kembar, dr. Siti Iqbalwanty, SpBA mengatakan, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan mulai dari anestesi sampai kepada proses pemisahan. 
Proses pemisahan bayi ini pun akan dilakukan oleh 20 dokter yang berasal dari tim dokter Rumah Sakit Sutomo dan tim dokter di Kepri.
"Mulai dari pembiusan yang dilakukan oleh tim anastesi. Selanjutnya setelah dibius akan dilakukan pembedahan dan proses pemisahan. Mulai dari kulit, otot, pembuluh darah sampai organ dalam," ujarnya belum lama ini.
Tim akan melihat ke bagian organ dalam bayi tersebut. Proses pemindahan dan perbaikan akan dilakukan bila memungkinkan. Setelah itu semua selesai, selanjutnya akan ditutup. Bisa menggunakan otot perut, tapi jika tidak, maka akan diambil dari organ lainnya. 
"Kami akan lihat nanti organ dalamnya antara bayi pertama dan kedua. Kalau ada yang harus dipindahkan, akan kami pindahkan. Banyaknya tahapan inilah yang membutuhkan tim medis yang banyak dan ahli di bidangnya masing-masing," kata dr. Siti.
Rencananya, proses pemisahan bayi kembar Dzakiyah Thalita Sakhi, anak dari Suci akan direncanakan akan dilakukan tim medis pada Maret 2020 mendatang. 
Proses operasi akan dilakukan sekira 12 jam dari tahap pembiusan sampai penyelesaian. 
Pihaknya sedang mengupayakan melakukan operasi setelah bayinya cukup berat badannya. Perkembangan Dzakiyah dalam kondisi sehat begitu juga respon dan reaksi saat diajak berdialog sudah sangat bagus.
"Sampai saat ini sehat dan terus bertambah berat badannya. Sekarang sudah 4,04 kilogram. Reaksi juga cukup baik. Sehatlah," katanya.
Sebelumnya operasi bayi kembar di Batam ini membutuhkan biaya hingga Rp 1,1 Miliar. Operasi bayi kembar siam ini merupakan operasi kedua yang dilakukan di Batam. 
"Kami juga membuka donasi untuk membantu bayi-bayi kembar dempet di Provinsi Kepulauan Riau. Dan hal ini pastinya tidak hanya melibatkan pemerintah daerah saja, akan tetapi juga melibatkan masyarakat," sebutnya.
Untuk itu, pihaknya membuka rekening atas nama bayi kembar Kepulauan Riau, dalam rangka melibatkan kepedulian masyarakat. 
"Ini semua dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat saja. Sumbangan dari pemerintah dalam hal ini tenaga peralatan dan sebagainya sudah memadai. Sehingga tidak tergantung pada jumlah sumbangan atau donasi  yang akan masuk. Dan itu semua, akan disimpan oleh rekening dari Tim panitia dari kembar siam Kepri," katanya.
Tingkat Kesulitan Tinggi 

Proses pemisahan bayi kembar siam Dzakiyah Thalita Sakhi, anak Suci, seorang warga Nongsa Batam disebut sebagai tindakan operasi yang terbilang sulit.

Demikian diungkapkan anggota tim operasi pemisahan bayi kembar siam yang juga dokter spesialis bedah anak di RSBP Batam, dr Siti Iqbalwanty SpBA.

Diakuinya saat ini kedua bayi dalam kondisi sehat.

Bayi yang pertama, kondisi organ-organnya terbilang lengkap.

Sementara bayi yang kedua, bisa dikatakan inkomplit atau tidak lengkap.

"Kita pisahkan dengan harapan bayi yang lengkap ini, dapat bertahan hidup dan sehat," tuturnya.

Ia berharap proses pemisahan tersebut berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

 Operasi Bayi Kembar Siam di Batam Dzakiyah Thalita Sakhi Butuh Waktu 12 Jam Oleh 20 Dokter

Sehingga anak tersebut bisa diselamatkan.

"Kita berharap semua prosesnya bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. 90 persen bisa selamatlah," katanya.

Butuh Waktu 12 Jam oleh 20 Dokter

Proses pemisahan bayi kembar siam di Batam Dzakiyah Thalita Sakhi, anak Suci direncanakan akan dilakukan oleh tim medis pada Maret 2020 mendatang.

Operasi ini akan melibatkan 20 orang dokter dan berasal dari tim dokter Rumah Sakit Sutomo dan tim dokter di Kepri.

"Kita melibatkan 20 orang dokter. Operasinya dilakukan selama 12 jam mulai dari tahap pembiusan hingga finishing," ujar dr Spesialis Bedah Anak RSBP Batam, dr. Siti Iqbalwanty, SpBA, Jumat (24/1/2020).

Pihaknya juga sedang mengupayakan melakukan operasi setelah bayinya cukup berat badannya.

Perkembangan Dzakiyah dalam kondisi sehat begitu juga respon dan reaksi saat diajak berdialog sudah sangat bagus.

"Sampai saat ini sehat dan terus bertambah berat badannya. Sekarang sudah 4,04 kilogram. Reaksi juga cukup baik. Sehatlah," katanya.

Sementara itu, Direktur Badan Usaha Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) dr. Sigit Riyanto mengakui operasi bayi kembar di Batam ini membutuhkan biaya hingga Rp 1,1 miliar.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved