Jumat, 17 April 2026

Virus Corona Makin Mengerikan, China Tutup Tembok Besar hingga Kota Terlarang

Virus corona yang berasal dari Wuhan, Cina, sejauh ini telah membunuh 41 orang dan menginfeksi hampir lebih 1.000 orang.

dailymail.co.uk
Virus Corona Mulai Mengerikan, China Tutup Sejumlah Destinasi Wisata Termasuk Tembok Besar China 

#Virus Corona Makin Mengerikan, China Tutup Tembok Besar hingga Kota Terlarang

TRIBUNBATAM.id -  Virus corona yang berasal dari Wuhan, Cina, sejauh ini telah membunuh 41 orang dan menginfeksi hampir lebih 1.000 orang.

Mencegah korban virus corona bertamah,  China Tutup Sejumlah Destinasi Wisata Termasuk Tembok Besar China.

Hingga kini Virus Corona menjadi sorotan di dunia.

Dilansir TribunWow.com, tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus dapat menginfeksi wisatawan asing yang berkunjung ke daerah wisata.

Selain itu, sejumlah festival perayaan tahun baru Imlek juga dibatalkan, seperti yang dikutip dari Channel News Asia.

Tim medis China menyebutkan pasien virus corona tidak selalu menunjukkan gejala telah terjangkit virus.
Tim medis China menyebutkan pasien virus corona tidak selalu menunjukkan gejala telah terjangkit virus. (Xinhua)

Beberapa destinasi wisata seperti Tembok Besar, Kota Terlarang Beijing, Makam Ming, dan Pagoda Yinshan ditutup mulai Jumat (24/1/2020).

Sementara itu Stadion Nasional Beijing yang dikenal sebagai Stadion Sarang Burung akan ditutup sampai Kamis (30/1/2020).

Tembok Besar di wilayah Juyongguan akan ditutup dan pekan raya Tembok Besar di wilayah Simatai dibatalkan.

Menurut otoritas setempat, wisatawan yang mengunjungi Kota Air Gubei di wilayah Simatai akan dipindai suhu tubuhnya.

Selain itu, Disneyland Shanghai akan ditutup sementara mulai Sabtu (25/1/2020) untuk mencegah penularan virus ke pengunjung dan karyawannya.

Peningkatan kewaspadaan dilakukan karena virus jenis baru tersebut serupa dengan virus SARS yang mewabah pada 2003.

Pada saat itu, wabah virus SARS yang tersebar di China dan Hong Kong menimbulkan ratusan korban jiwa.

Tanggapan WHO

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan saat ini masih terlalu dini untuk menetapkan status darurat pada wabah virus corona.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Ghebreyesus dalam konferensi pers setelah WHO mengadakan rapat tertutup dengan Komite Darurat di Jenewa, Swiss.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved