ADVERTORIAL

Ini Ide Balon Walikota Batam Rian Ernest untuk Kelola Sampah Batam

Rian ingin membuat suatu sistem elektronik untuk memantau truk-truk pengangkut sampah di Batam

Ini Ide Balon Walikota Batam Rian Ernest untuk Kelola Sampah Batam
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Bakal calon wali kota Batam 2020 jalur independen, Rian Ernest, saat melakukan blusukan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur, Batam, Sabtu (28/12/19) lalu. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Bakal calon wali kota Batam 2020 jalur independen, Rian Ernest, mengkritisi masalah pengelolaan sampah di Batam. Ia menilai bahwa 20% dari area Batam masih belum mencakup daerah pengelolaan sampah.

Sehingga, ketika ia melakukan blusukan ke kaveling ataupun ke rumah liar (ruli), ia sering menemui warga yang membakar sampah.

“Bakar sampah tentu merusak lingkungan. Bukan karena alasan apa-apa tapi ya karena tidak ada pengelolaan sampah. Harus kita benahi,” ungkapnya, Senin (27/1/2020).

Minimnya titik-titik pengumpulan sampah di Batam juga menjadi salah satu alasan yang menurut Rian menyebabkan banyak warga membuang sampah sembarangan.

“Saya pernah berkendara di Batam, saya melihat truk-truk sampah di Batam air lindunya masih menetes-netes. Air lindu itu air sampah dari dalam bak truk sampah. Ini hal yang di Jakarta udah kita gak pernah temui lagi,” lanjutnya.

Guna mengatasi lambatnya pengelolaan sampah ini, Rian ingin membuat suatu sistem elektronik untuk memantau truk-truk pengangkut sampah.

“Saya ingin pastikan setiap truk nanti itu ada sistem pelaporan yang kalau bisa itu elektronik online dan real time. Supaya jangan hanya kita membeli truk tapi truknya gak jalan. Jadi kita bisa pantau kira-kira truk ini di titik mana hari ini,” jelasnya.

Rian percaya bahwa pengelolaan sumber daya manusia harus dibarengi dengan sistem supaya bisa lebih berjalan dengan baik.

“Ini soal sistem. Kita harus pastikan sistem target kerja petugas Dinas Kebersihan di Batam itu seperti apa dan di follow up. Dan kalau bisa dibikin sistemnya online, kelihatan, gak bisa dibohongin, gak bisa ditipu-tipu. Itu tentu lebih baik,” ungkapnya.

Menurutnya, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan apalagi Batam sebagai salah satu kota tujuan pariwisata.

“Jadi bagaimana kita mau bikin wisatawan lebih banyak masuk ke Batam kalau pengelolaan sampah pun kita belum optimal?,” tanyanya.

“Batam ini pada titik masih bisa kita selamatkan, sebelum semakin kusut, kita mulailah. Kita mulai dari hal-hal yang kecil dan kelihatan saja,” lanjut Rian.

Terakhir, Rian mengajak agar warga lebih dekat dengan lingkungan hidup. Ia ingin menanamkan budaya pemilahan sampah serta menggalakkan konsep recycle (daur ulang) dan reuse (menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya). (adv)

Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved