Libur Imlek, Juru Foto di Jembatan Barelang Batam Panen
Apalagi jika berlibur dan mengabadikan momen dengan berfoto di tempat wisata, termasuk di Jembatan Barelang, Batam.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Berwisata untuk merefreshing kan diri dari segala aktivitas yang dijalankan dalam satu Minggu terakhir merupakan sesuatu yang cukup menyenangkan.
Apalagi jika berlibur dan mengabadikan momen dengan berfoto di tempat wisata, termasuk di Jembatan Barelang, Batam.
Dimana banyak pengunjung memadati tempat tersebut, untuk menyaksikan pemandangan dan berfoto-foto bersama dengan teman keluarga atau rombongannya.
Armen, salah satu anggota Komunitas Photograper Barelang Batam menceritakan kepada Tribun Batam bahwa ketika hari libur seperti Imlek ini ia sangat senang.
Pendapatannya naik drastis saat imlek.
Sudah enam tahun Armen menggeluti pekerjaan ini.
Armen mengatakan ketika hari libur seperti libur Imlek, pendapatan bisa dua sampai tiga kali lipat dari hari biasanya.
"Kalau hari libur seperti ini, rejekinya seperti rejeki harimau," ceritanya pada Tribun Batam pada Minggu (27/1/2020)
Ia juga mengatakan yang agak berat dirasa sebagai fotografer lansung jadi seperti dia tersebut ketika usai libur berakhir.
"Yang berat itu udah selesai libur, pendapatan langsung sepi, mungkin orang semua langsung beraktivitas," tuturnya.
Armen menjelaskan ia belajar fotografi secara autodidak, karena dirasa pekerjaan sebagai fotografer siap cetap tersebut enam tahun Lalu cukup menjanjikan, sampai ia mengundurkan diri dari pabrik tempat ia bekerja dulu.
"Dulu penghasilan sehari lumayan bisa sampai 1 juta rupiah kadanga bisa sampai 2 juta rupiah. Saya belajar fotografi dari liat YouTube, baca baca di internet dan berdasarkan pengalaman," ceritanya.
Armen menjelaskan untuk setu foto langsung cetak di kawasan jembatan satu Barelang seharga 20 ribu rupiah per foto.
Menurut Armen yang agak sulit dihadapi dalam menjalankan pekerjaan sebagai fotografer siap cetak adalah berjumpa dengan turis asing dimana kandang terkendala bahasa sampai untuk berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.
"Kalau ketemu turis Cina yang paling susah, tidak bisa bahasa Inggris ya solusinya kita pakai bahasa isyarat," ujarnya.
Tetapi menurut Armen walupun untuk fotografer siap cetak seperti dirinya ini di kawasan jembatan Barelang sudah lebih dari 50 orang bertambah banyak dari awal dirinya mulai mengengerjakan hal itu, Tetapi dirinya bersyukur dan senang menjalankan pekerjaan itu.(TRIBUNBATAM.ID/ALAMUDIN)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/27012020_jembatan-barelang.jpg)