HEADLINE TRIBUN BATAM
Turis China Borong Masker di Batam, Pulang Bawa Puluhan Kotak N95
Wisatawan asal China yang datang beberapa waktu lalu dan dipulangkan ke Shenzen, Kamis (30/1/2020) memborong puluhan kotak masker N-95.
Seperti diketahui, SARS juga merebak paling berat di China (5327 kasus) dan Hong Kong (1755), sehingga menimbulkan trauma warganya. Tiga negara yang pada saat itu juga paling banyak penderitanya adalah Taiwan (307), Kanada (250) dan Singapura (206).
Antrean panjang
Di beberapa kota seperti Hong Kong, Shanghai, bahkan Singapura, terlihat antrean panjang di depan swalayan dan apotek.
Di distrik Taipo, Hong Kong, misalnya, ratusan warga mengular di ddepan sebuah gedung pertemuan untuk mendapatkan masker yang dibagikan oleh organisasi relawan.
Ribuan warga Hong Kong bahkan rela berkemah dalam cuaca dingin menusuk di depan swalayan Watson ketika manajemen mengumumkan bahwa mereka mendapatkan pasokan 230 boks masker.
South China Morning Post melaporkan, terjadi antrean panjang di sejumlag gerai Watson.
Bahkan di cabang Tin Shui Wai, seorang staf swalayan mengalami penganiayaan ketika mengatakan bahwa mereka hanya mendapatkan 20 kotak masker.
Banyak warga yang kecewa karena tidak mendapatkan masker dan sebagian lagi melemparkan kekesalan di media sosial.
Watsons sendiri di akun Facebook mereka juga mengeluh dan meminta warga bersabar, "Tolong mengerti bahwa jumlahnya terbatas, setiap orang terbatas untuk membeli satu kotak (50 masker),” kata mereka.
Begitu juga di Shanghai, Shenzen dan Guangdong, beberapa kota utama Chinakota terbesar di China, saat ini terjadi krisis masker karena warga dengan panik memborong masker untuk persediaan beberapa hari.
Begitu juga di Singapura, warga terlihat antre panjang di depan apotek dan swalayan.
Kecemasan meningkat dalam tiga hari terakhir, terutama setelah pemerintah China menyebutkan, ada sekitar 4.000 warga Wuhan, Provinsi Hubei, yang kabur sebelum kota itu ditutup, Kamis pekan lalu.
Sebagian mereka diperkirakan kabur untuk menghindari isolasi.
Pemerintah Singapura juga kemungkinan jumlah suspek bertambah mengingat banyak warga asal Hubei yang datang ke negara itu menjelang Wuhan dan beberapa kota di sekitarnya di-lockdown.
Seperti diketahui, 10 suspek virus corona di Singapura dalam sepekan terakhir, semuanya berasal dari Wuhan.