Rabu, 3 Juni 2026

BATAM TERKINI

21 Jenis Kerajinan Batam Lolos Seleksi dan Bakal Dipamerkan di PLUT

Produk UMKM yang mendaftar untuk dimasukkan di gedung pameran PLUT, ada 40 jenis. 21 jenis kerajinan yang lolos seleksi dan 19 tidak lolos.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/DEWI HARYATI
Suleman Nababan 

21 Jenis Kerajinan Batam Lolos Seleksi dan Bakal Dipamerkan di PLUT 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pusat layanan usaha terpadu (PLUT) yang dibangun untuk pelaku koperasi usaha mikro kecil menengah (KUMKM) di Batam, sudah siap untuk beroperasi.

Jembatan menuju gedung PLUT sudah selesai dibangun.

Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (KUM) Kota Batam, Suleman Nababan.

Ia mengatakan, pelaku UMKM untuk kerajinanpun sudah diseleksi.

Dari 40 jenis produk kerajinan yang didaftarkan UMKM, sebanyak 21 jenis diterima untuk dipamerkan di PLUT.

"Produk UMKM yang mendaftar untuk dimasukkan di gedung pameran PLUT, ada 40 jenis. 21 jenis kerajinan yang lolos seleksi dan 19 tidak lolos," ujar Suleman, Senin (3/2/2020).

Cendol hingga Prata, Walikota Batam Minta Warga Belakangpadang Berinovasi dengan Kuliner Khas

Diakuinya, produk yang diterima untuk masuk PLUT, sudah memenuhi ketentuan yang digariskan.

Jumlah produk UMKM itu belum termasuk jenis makanan ringan.

Produk makanan untuk oleh-oleh, kata Suleman akan dimasukkan saat akan peresmian gedung PLUT.

Makanan menyusul untuk tahap kedua.

"Data itu belum termasuk makanan ringan. Setelah jalan, baru makanan dimasukkan. Oleh-oleh setelah diresmikan, karena makanan cepat rusak. Jadi kita resmikan dulu nanti," katanya.

Sementara itu untuk kriteria produk yang berhak dipromosikan, merupakan produk lokal dan bukan yang import.

Produk yang dimasukkan, merupakan produk UMKM dan bukan dari pabrik besar.

"Mana yang sesuai dengan kriteria, itu yang masuk. Kriterinya ada yang barang produk lokal dan bukan dari luar yang dimasukkan," tegas Suleman.

Terkait pelaksanaan waktu peresmian, Suleman mengaku belum menjadwalkan, karena menunggu waktu yang tepat.

Namun, untuk produk kerajinan, akan dimasukkan dulu, dalam mengisi konter-konter pameran produk UMKM.

"Kapan peresmian, tunggu waktu yang pas. Tinggal mengisi konter untuk produk aja disitu," imbuh dia.

Sebelumnya diberitakan, sudah ditentukan lima orang petugas pendamping terhadap pelaku KUMKM dan mendapat surat keputusan (SK) penugasan dari Gubernur Kepri.

Kini kelimanya sudah mulai bertugas, dengan melakukan pendataan KUMKM di Batam, sekaligus pendampingan.

Ia mengakui pendampingan dilakukan lima tenaga pendamping itu, sementara masih di tempat usaha pelaku KUMKM.

Selanjutnya, pelaku KUMKM akan menempatkan poduknyan di galeri itu untuk dipasarkan ke wisatawan.

Sebanyak 5 orang tenaga pendamping KUMKM, diantaranya Cahyo Budi Santoso bidang kelembagaan, Marlina Ramli bidang SDM, Suryo Budi Pranoto bidang produksi, Intan Sri Rezeki bidang pemasaran dan Andy Syahputra bidang pembiayaan.

"Mereka akan memberikan advokasi, konsultasi dan sosialisasi kepada pelaku KUMKM," ujarnya.

Ia menambahkan pendamping ini membangun integritas pelaku KUMKM.

Sehingga kepercayaan mitra KUMKM kedepan semakin tinggi. Sehingga, pertumbuhan dan perkembangannya semakin baik.

"Bagaimana pun pandainya orang, tapi kalau attitude-nya tidak baik, nanti tidak dipercaya orang. Itu yang perlu dibangun," tutur Suleman. (tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved