Breaking News:

Pemulangan 600 Eks ISIS, Menhan Prabowo Subianto : Mereka Bisa Lebih Cepat Kembali ke Masyarakat

Setidaknya ada sekitar 6000 Warga Negara Indoneisa (WNI) yang bergabung menjadi anggota ISIS ini.

TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing
MENHAN Prabowo Subianto saat berada di Natuna 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Indoneisa akan memulangkan Warga Indonesia yang sempat menjadi anggota ISIS di Negara Konflik.

Pemulangan tersebut masih menunggu keputusan lembaga negara.

Setidaknya ada sekitar 6000 Warga Negara Indoneisa (WNI) yang bergabung menjadi anggota ISIS ini.

Peserta SKD CPNS 2019 Melahirkan saat Tes, Dikira Kontraksi Palsu Ternyata Ketuban Sudah Pecah

LAGI, Karhutla Terjadi di Bintan, Api Bakar Lahan Dekat Kantor Desa Toapaya Selatan

VIDEO - Kasus Dugaan Korupsi Tugu Agrominapolitan, 4 Tersangka Patungan Bayar Uang Kerugian Negara

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Natuna mengatakan itu merupakan wewenang dari Badan Intelejen Negara (BIN) dan Polri.

"Ada 600 orang yang akan dipulangkan, mereka Eks ISIS," sebut Prabowo menerangkan.

Pemulangan 600 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan Eks ISIS masih menunggu keputusan lembaga negara.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat jumpa pers di Lanud Raden Sajad, Natuna, Rabu (05/02/2020) menyebutkan terkait rencana pemulangan Eks ISIS tersebut harus dikaji lembaga lembaga yang berwenang.

PSK di Padang Merasa Dijebak Oleh Anggota DPR RI, Kamar Hotel Dibayar Ajudan Tapi PSK yang Ditangkap

Kapolda Kepri Pakaikan Tanjak, Sambut Rombongan MKD DPR RI di Mapolda Kepri

Polisi Bongkar Aktifitas Tambang Pasir Ilegal di Nongsa Batam, Amankan 2 Orang Pelaku di TKP

"Saya kira nanti ada lembaga lembaga yang diberi wewenang, saya kira itu tugas BIN dan Kepolisian untuk meneliti mereka," ujar Prabowo.

Bahkan Prabowo enggan berkomentar banyak terkait ratusan Eks ISIS tersebut.

Namun ia berharap agar para Eks ISIS tersebut dapat cepat kembali ke masyarakat.

"Mungkin diantara mereka ada yang ikut-ikutan atau tingkat keterlibatan aksi aksi kekerasan yang tidak terbukti atau tidak terlalu tinggi. Bisa lebih cepat kembali ke masyarakat," ucapnya.

Namun hal itu semua, lanjut dia tentunya kita ada protokol, protokol pertimbangan keamanan lainnya.(Tribunbatam.id/bereslumbantobing)

Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved