Rayuan Maut Wedding Organizer Perdaya Puluhan Calon Pengantin, Korban Setor Rp 100 Juta
Puluhan calon pengantin terancam batal nikah lantaran menjadi korban penipuan wedding organizer (WO).
TRIBUNBATAM.id - Puluhan calon pengantin terancam batal nikah lantaran menjadi korban penipuan wedding organizer (WO).
Dugaan penipuan sebuah WO ini diketahui setelah seorang pelanggan melapor ke Polres Metro Depok.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kasubag Humas Polres Metro Depok AKP Firdaus yang menerima laporan pada Minggu (2/2/2020).
"ADA yang merasa tertipu oleh salah satu wedding organizer karena ketika acara makanannya tidak hadir,” ucap Firdaus di Polres Metro Depok, Selasa (4/2/2020), dikutip dari Tribunjakarta.com berjudul "BREAKING NEWS Puluhan Pasangan Calon Pengantin di Depok Laporkan Wedding Organizer".
Berikut ulasan selengkapnya.
1. Pemilik WO mengakui kesalahan
AS, pemilik WO Pandamanda ditahan jajaran Polres Metro Depok di bilangan Pancoran Mas, alamat kantor wedding organizer tersebut, Senin (3/2/2020) pagi.
Menurut keterangan yang didapatkan pihak kepolisian, AS mengakui kesalahan sesuai dengan laporan sejumlah kliennya.
Namun, AS mengaku kesalahan terjadi di manajemen perusahaan.
“Hasil pemeriksaan yang bersangkutan mengakui."
"Bahwa sementara pengakuannya itu terkait kesalahan di manajemen,” ungkap Firdaus.
2. Korban semakin banyak
Firdaus mengatakan, dari proses pemeriksaan terungkap bahwa korban penipuan WO tak hanya satu pasangan.
"Diketahui saat ini sudah hadir ada 28 orang yang merasa tertipu."
"Tetapi memang untuk eventnya itu baru dilaksanakan minggu depan sampai Agustus,” sambung dia.
Dari 28 orang yang melapor, mereka mengaku sudah melakukan pembayaran melalui transfer sekitar Rp 50 juta sampai Rp 100 juta.
Dari 28 orang yang melapor, rata-rata korban sudah mentransfer uang sebesar Rp 50 juta hingga RP 100 juta.
“Sudah kami data adalah 28 rata-rata sudah melakukan transfer Rp 50 sampai Rp 100 juta."
"Ini kami terus melakukan pendalaman sehingga nanti kami akan sampaikan hasil penyelidikannya,” tuturnya.
3. Tawaran paket komplit
WO Pandamanda memberikan tawaran paket yang cukup menggiurkan.
Berbekal promosi di media sosial, WO Pandamanda menawarkan paket komplit yang terdiri dari cincin, gaun pengantin, dekorasi, rias, dan lain sebagainya.
Seperti pengakuan salah satu korban WO Pandamanda, Lusi (nama samaran), yang ditawari cincin untuk mempelai laki-laki dan perempuan masing-masing 10 gram dan 5 gram.
"Ditawarinya cincin 10 gram. Lima gram buat mempelai laki-laki, lima gram buat mempelai perempuan," ujar Lusi yang minta nama, tanggal, dan lokasi pernikahan putrinya dirahasiakan, Selasa (4/2/2020) sore.
"Terus komplet semua. Rias, dekor, gaun pengantin. Kalau enggak salah Rp 50 juta," imbuh dia.
4. WO sempat berbohong
Sementara Prasetyo (27) mengaku tidak punya firasat akan ditipu oleh WO yang dipilih.
Namun, ia sempat menaruh curiga lantaran AS memberikan pernyataan yang tidak logis.
Saat itu Prasetyo sudah membayar Rp 30 juta untuk DP pernikahannya yang berlangsung pada 29 Februari 2020 mendatang.
"Saya tahu itu tadi malem, begitu kemarin siang si AS (pemilik Pandamanda) menelpon saya pukul 15.00 WIB minta pelunasan. Saya tolak," kata dia, Selasa.
Namun ia menolak sebab pihak Pandamanda tak pernah memberitahu progres persiapan pernikahannya.
Saat membahas soal cincin pernikahan, AS justru mengatakan cincin sudah selesai dibuat, padahal Prasetyo dan pasangannya belum pernah melakukan pengukuran jari.
"Bagaimana mau saya lunasi, dia saja belum fitting dan belum bikin cincin pernikahan, dia keceplosan cincin pernikahan sudah dibuat," kata Prasetyo.
"Tapi enggak masuk akal, gimana caranya dia buat cincin kawin, sementara dia saja belum ngukur jari saya," imbuh dia.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kronologi Calon Pengantin Terancam Batal Nikah, Tawaran Paket Komplit Rp 50 Juta & Kebohongan WO
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/05022020_wedding-organizer.jpg)