Jumat, 17 April 2026

Lama Tidak Akur, Ketua DPR AS Robek Salinan Pidato Presiden Donald Trump di Capitoll Hill

Pimpinan House of Representative Amerika Serikat merobek salinan pidato Presiden Donald Trump di Capitol Hill. Keduanya dikabarkan sudah lama tak akur

Twitter/Nancy Pelosi
Ketua DPR Amerika Serikat (House of Representative) Nancy Pelosi tidak digubris oleh Presiden AS, Donald Trump saat menguklurkan tangannya. Nancy juga merobek salinan pidato Donald Trump saat di Capitol Hill, Washing ton, Amerika Serikat. 

TRIBUNBATAM.id - Ada peristiwa tidak biasa yang terjadi di Capitol Hill, Washington, Amerika Serikat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (House of Representative), Nancy Pelosi merobek salinan pidato Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sesaat setelah ia selesai berorasi.

Dilansir dari Kompas TV, hubungan antara Donald Trump dengan Nancy Pelosi sudah lama tidak akur.

Nancy Pelosi merupakan orang yang paling frontal terkait pemakzulan Trump.

Ketegangan antara kedua tokoh politik Amerika ini terjadi, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump masuk ke ruangan dan berdiri di depan podium.

Trump memberikan salinan pidatonya ke Nancy, lalu dibalas uluran tangan Nancy Pelosi untuk berjabat tangan.

Namun, Trump tidak mengindahkan uluran tangan Nancy dan mengabaikannya.

Nancy tidak memberi sambutan yang meriah pada Trump sesaat setelah ia masuk ruangan.

Ketua DPR AS ini mendobrak tradisi dimana ia akan memperkenalkan presiden ketika memasuki ruangan.

Biasanya, Ketua DPR AS akan memperkenalkan presiden dengan rasa bangga.

"Secara tradisional, mereka akan berkata 'anggota Kongres, saya mendapat kehormatan tinggi untuk memperkenalkan kepada Anda Presiden AS. Sementara Ketua Pelosi mengatakan 'Anggota Kongres, Presiden AS'," ujar Jake Tapper seperti dikutip Tribunnews.com.

Setelah Trump menutup pidatonya, Nancy berdiri dan merobek salinan pidato Trump.

Ia tampak membaginya menjadi beberapa lembar agar mudah dirobek.

Berdasarkan Metro.co.uk, Trump adalah presiden pertama yang mencalonkan diri untuk dipilih kembali setelah dimakzulkan.

Saat memasuki ruangan dia disambut teriakan 'empat tahun lagi' dari simpatisan Partai Republik.

Sementara, anggota Partai Demokrat tampak berdiri diam.

"Musuh-musuh Amerika sedang dalam pelarian, nasib Amerika dan masa depannya cerah."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved