Sabtu, 11 April 2026

Penggerebekan PSK di Padang, Nama Andre Rosiade ada Dalam Kuitansi Pemesanan Hotel

Kasus penggerebekan PSK online di salah satu hotel berbintang di Padang, Sumatera Barat yang dilakukan polisi bersama anggota DPR Andre Rosiade berbun

(Dok. Twitter @tempemendoanGL)
Kuitansi pembayaran hotel lokasi penggerebekan PSK di Padang atas nama Andre Rosiade yang beredar di media sosial. 

Penggerebekan PSK di Padang, Nama Andre Rosiade ada Dalam Kuitansi Pemesanan Hotel

PADANG, TRIBUNBATAM.id - Kasus penggerebekan PSK online di salah satu hotel berbintang di Padang, Sumatera Barat yang dilakukan polisi bersama anggota DPR Andre Rosiade berbuntut panjang.

Di media sosial beredar kuitansi pemesanan kamar hotel 606 dan 608 yang merupakan tempat lokasi penggerebekan itu.

Kuitansi itu atas nama Andre Rosiade yang diketik dan garis miring Bimo yang ditulis dengan pena.

Follow:

Andre bantah pesan kamar

Namun dia membantah telah memesan kamar hotel 606 dan 608 tersebut.

"Ini tidak benar saya yang memesan kamar tersebut. Saya tidak pernah datang ke resepsionis dan membayar," kata Andre.

Andre menyebutkan yang memesan kamar itu adalah stafnya yang bernama Bimo, di mana saat itu Partai Gerindra Sumbar sedang ada acara penyampaian visi dan misi calon gubernur.

Menurut Andre, beredarnya kuitansi pemesanan kamar hotel itu di media sosial tidak akan diperpanjangnya.

"Saya tidak ingin memperpanjang persoalan itu karena saya tidak ingin mengganggu dunia perhotelan di Padang," kata Andre.

Anggota DPR RI Andre Rosiade dan PSK berinisial N. Daftar harta kekayaan Andre Rosiade, anggota DPR yang gerebek PSK di Padang. Punya harta Rp 25,1 miliar dan koleksi 7 mobil
Anggota DPR RI Andre Rosiade dan PSK berinisial N. Daftar harta kekayaan Andre Rosiade, anggota DPR yang gerebek PSK di Padang. Punya harta Rp 25,1 miliar dan koleksi 7 mobil (Kolase TribunPadang.com)

Pemesan tidak minta dirahasiakan

Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sumbar Maulana Yusran mengatakan beredarnya kuitansi hotel itu karena pihak pemesan tidak melakukan permintaan untuk dirahasiakan.

"Pemesan tidak pernah melakukan permintaan untuk dirahasiakan sehingga bisa saja ini keluar ke publik," kata Maulana.

Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama tim Ditreskrimsus Polda Sumbar
Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama tim Ditreskrimsus Polda Sumbar (Kompas.com)

Menurut Maulana, pemesanan tersebut bisa saja melalui ajudan Andre Rosiade sehingga tertulis garis miring Bimo.

Aksi Andre dinilai merugikan perhotelan

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved