Breaking News:

Sejak PMK 199/2019 Berlaku, Pedagang Online di Batam Kalang Kabut, Stop Kirim Barang ke Luar

Sejak pemberlakuan PMK 199 Tahun 2019, pedagang online di Batam kalang kabut. Omset turun drastis hingga menghentikan pengiriman ke luar Batam

TribunBatam.id/ArdanaNasution
Pertemuan UMKM online dan Bea Cukai di aula Balairungsari, Kantor BP Batam, Senin (27/01/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id  - Sejak pemberlakuan PMK 199 Tahun 2019, pedagang online di Batam kalang kabut.

Bahkan sejumlah toko di Nagoya menghentikan penjualan online dan pengiriman ke luar kota Batam.

Hal ini lantaran besarnya nilai pajak yang harus dibayarkan untuk ketiga produk tersebut.

Dari penelusuran TRIBUNBATAM.id, beberapa toko di Nagoya Hill Shopping Mall kompak menghentikan pengiriman barang untuk transaksi online sejak hari pertama diberlakukannya PMK 199/2019.

"Kami udah stop (pengiriman ke luar kota) bahkan sejak tanggal 28 Januari," terang Adi, karyawan di toko sepatu Kimode Nagoya Hill Shopping Mall. Nggak kuat sama pajak," lanjutnya.

Ia mengaku, sebelum adanya PMK 199, penjualan online toko ini terbilang lancar.

Dalam sehari, paling sedikit toko ini mengirim ke luar kota sebanyak 30 pasang sepatu.

"Itu paling sedikit, sepi-sepinya ya 30 pasang itu. Tapi kalau rame ya sampai ratusan," beber Adi.

Senada dengan Adi, Fitri karyawan di toko sepatu Kiki Shoes juga mengatakan hal serupa.

Sejak 30 Januari, toko tempatnya bekerja sudah tak melayani pengiriman ke luar kota Batam lantaran terhantam biaya pajak yang dinilai memberatkan.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved