SEKOLAH SULTAN AGUNG TERBAKAR
Diduga dari Karpet Sintesis, Ini Kata Kapolsek Batam Kota Soal Kebakaran di Sekolah Sultan Agung
Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchi masih melakukan penyelidikan soal penyebab kebakaran di Sekolah Sultan Agung Batam.
Namun api semakin meluas. Tak lama kemudian, pemadam datang untuk menjinakkan si jago merah. Beruntung dalam gudang tidak ada material yang mudah terbakar.
"Yang ada kan batako di atas itu. Makanya apinya lambat," ujar seorang saksi mata lainnya.
Baru Diresmikan
Suasana di Sekolah Sultan Agung Batam mendadak heboh dan ramai, Kamis (13/2/2020) siang.
Para siswa-siswi yang sedang mengikuti proses belajar mengajar berlarian Keluar Ruangan kelas mereka.
Para siswa tersebut lari berhamburan keluar dari ruang kelas dikarenakan kebakaran yang terjadi di gudang yang berada di lantai 3 gedung utama sekolah tersebut.
Direktur yayasan Sultan Agung Batam Yuli mengatakan, sumber api berasal dari gudang sekolah tersebut.
Ia menuturkan ruangan gudang tersebut baru diresmikan pada September 2019 lalu.
"Pas api menyala, murid masih belajar di ruang masing-masing," ujarnya.
Dari pantauan Tribun di lokasi kejadian, akibat kebakaran itu beberapa karpet rumput sintetis di sekolah juga ikut hangus terbakar, ada juga beberapa kursi plastik dilahap si jago merah.
Selain barang tersebut terlihat juga tumpukan jaring hitam yang sudah hangus terbakar.
Dari informasi yang dihimpun Tribun Batam, lantai satu gedung utama sekolah itu digunakan untuk ruang belajar SD, sedangkan lantai dua digunakan untuk ruang belajar SMP.
Sementara lantai tiga ruangan yang berdekatan dengan gudang yang terbakar, digunakan untuk ruang belajar SMK penerbangan milik yayasan tersebut.
Sempat Dikira Bel Istirahat
Api mulai berkobar di gudang lantai 3 Sekolah Sultan Agung Batam pada Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 12:15 Wib.