PETISI TERTIBKAN BIMBAR

Berapa Jumlah Angkutan Umum Laik Jalan di Batam? INI Penjelasan Kadishub Batam

Ada 1745 kendaraan di trayek cabang, usia yang layak 15 tahun hanya 269 kendaraan. Selebihnya tak laik. Begitu juga di trayek utama

Berapa Jumlah Angkutan Umum Laik Jalan di Batam? INI Penjelasan Kadishub Batam
TRIBUNBATAM.ID/ROMA ULY SIANTURI
RDP di Komisi III DPRD Kota Batam, Selasa (18/2/2020) menghadirkan Kadishub Batam, dan perwakilan pihak terkait lainnya. Menyusul kecelakaan di Bukit Daeng, Batam, Senin (17/2/2020) lalu, melibatkan bimbar dengan beberapa sepeda motor. Seorang korban meninggal dunia dalam insiden ini. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Perhubungan Kota Batam, Rustam Efendy mengatakan di Batam memiliki 2 trayek angkutan. Diantaranya trayek utama dan trayek cabang

"Landasan kita Ada PP Nomor 74 tahun 2014 tentang angkutan jalan. Kedua tertib juga juga PM Nomor 15 tahun 2019 tentang pengadaan angkutan orang kendaraan bermotor, umum dan trayek. Kemudian ada juga Perwako nomor 15 tahun 2008 ini mengenai trayek," ujar Rustam dalam rapat dengar pendapat di Komisi III DPRD Batam, Selasa (18/2/2020).

Diakuinya trayek utama termasuklah angkutan Bimbar. Di trayek utama ada 617 kendaraan, sementara yang layak usia 18 tahun ada 266 kendaraan dan yang tidak layak usia 351 kendaraan. Dari 266 ini, sementara yang rutin melakukan uji KIR hanya 60 kendaraan saja.

Kedua, lanjutnya, ada juga trayek cabang, termasuk angkutan carry dan sebagainya. Ada 1745 kendaraan, usia yang layak 15 tahun hanya 269 kendaraan. Sisanya sudah tak layak lagi, lebih kurang sebanyak 1467 kendaraan yang masih beroperasional di lapangan.





"Sebenarnya kami 4 kali razia rutin dalam sebulan dan memanggil badan usaha beberapa kali bersama pihak kepolisian. Hanya awal tahun ini yang belum. Kalau mengenai kecelakaan Bimbar yang kecelakaan kemarin KIRnya mati sejak 3 Oktober 2018," ujar Rustam.

Mengenai tindakan-tindakan Dishub, pihaknya sudah pernah juga mengandangkan angkutan umum yang bermasalah. Namun ada rasa kemanusiaan yang harus dipikirkan.

Pemilik Usaha Transportasi Batam Ajukan SIM Gratis Untuk Sopir, Ungkap Alasannya!

Resmi Tersangka, Sopir Bimbar Kecelakaan Maut di Bukit Daeng Batam Terancam 6 Tahun Penjara

"Baru 2 hari saja kita kandangkan. Keluarga mereka sudah datang berkumpul di Dishub cari makan dimana dan lainnya. Kalau soal kandangkan besok beri kami waktu 1 hari habis semua itu kami kandangkan. Hari ini kita cari solusi. Kalaupun diremajakan tak akan menyelesaikan masalah. Karena apa? Sopir tembak ada 3 atau 4 orang. Sopirnya yang selalu bermasalah. Untuk pelayanan KIR hari Minggupun kami buka," paparnya.

Ia menambahkan uji Kir dilaksanakan dalam 6 bulan sekali. Dan selalu membuat surat mengimbau kepada pengusaha untuk memanggil.

"Silahkan anda yang mendata. Silahkan masuk. Sabtu Minggu kita buka pelayanan. Razia kami melakukan bersama kepolisian. Selama 1 minggu sekali. Habis razia kita hitamkan langsung. Kami menahan kendaraan 2 hari baru kami kirim ke pengadilan," katanya.

Rustam membantah ada tanggapan Dishub tidak bekerja dan seakan-akan tutup mata.

"Walaupun kami tidak bekerja, 2019 lalu PAD Kir meningkat Rp 3,4 miliar. Aturan kita tegakkan dan disana sudah menggunakan non tunai," ujarnya.

Ia mengakui memang kelemahan masih banyak. Kendaraan Trans Batam dari Tanjung Uncang ke Batam Center hanya 6. Armada di Batam masih banyak yang kurang, sebenarnya masih membutuhkan angkutan umum lainnya.

"Selama ini yang menahan kendaraan dan sanggup mengandangkan hanya kita. Kita buat perjanjian kalau terjadi kita akan tegakkan aturan sesuai yang ada," katanya.

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved