VIRUS CORONA
Jalani Karantina Virus Corona, Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Boleh Turun, Ada 78 WNI
Kabar terbaru penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang.
TRIBUNBATAM.id - Kabar terbaru penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Pelabuhan Yokohama, Jepang.
Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato mengizinkan seluruh penumpang turun dari kapal, Rabu (19/2/2020) besok, dengan catatan tidak ada kejadian mendadak.
"Besok semua penumpang kapal Diamond Princess boleh ke luar dari kapal kalau semuanya lancar tak ada kejadian apa pun," kata Menteri Katsunobu Kato dalam jumpa pers, Selasa (18/2/2020) pagi.
Saat ini tercatat dari total 1.723 penumpang yang diuji, total 454 orang yang terinfeksi virus saat ini dari kapal Diamond Princess, termasuk 212 warga Jepang dan di dalamnya ada 20 pasien yang sakit parah.
Sementara itu pemerintah Korea akan menjemput khusus 14 penumpang warga Korea penumpang kapal pesiar Diamond Princess besok termasuk yang terinfeksi virus corona.
Saat ini penumpang kapal pesiar Diamond Princess yang terinfeksi dari negara AS, Kanada, Australia, Ukraina, Korea, Hong Kong dan beberapa negara lainnya.
Namun tidak ada satu pun WNI yang terinfeksi, semuanya sehat hingga saat ini.
Menteri Terawan Hati-hati
Sementara itu Menteri Kesehatan (Kemenkes) RI Terawan Agus Putranto masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap 78 orang warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dikarantina akibat terpapar virus corona di atas kapal pesiar Jepang, Diamond Princess.
Terawan bersikap hati-hati. Dia siap berangkat ke Jepang untuk menjemput para WNI tersebut.
Namun, tentunya jika hasil pemeriksaan menyatakan ke-78 awak kapal itu negatif virus corona.
Ia juga siap berkoordinasi dengan pemerintah Jepang untuk melakukan visi kemanusiaan itu.
"Kalau itu negatif, saya juga akan ke sana. Mengecek dan juga menjemputnya. Menkes yang ke sana. Tapi saya koordinasi dulu, diperkenankan nggak secara protokoler kenegaraan. Karena kita selalu menghargai hubungan antarnegara," ucap Terawan saat jumpa pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden (KSP), Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/2/2020).
"Kita tunggu hasil PCR-nya. Hasil pemeriksaannya," kata menteri.
Reaksi berantai polimerase (PCR = polymerase chain reaction) merupakan suatu teknik atau metode perbanyakan (replikasi) DNA (Asam deoksiribonukleat) secara enzimatik tanpa menggunakan organisme.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jepang-karantina-penumpang-terkait-virus-corona-di-kapal-pesiar.jpg)