Senin, 13 April 2026

Target Ekonomi Turun Akibat Virus Corona, Menteri Perdagangan Singapura Khawatir Hal Ini

Ini yang dikhawatirkan para pebisnis Singapura dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing terkait penurunan target ekonominya.

The Straits Times
Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing. 

TRIBUNBATAM.id - Pebisnis di Singapura khawatir tentang masalah arus keuangan di tengah wabah virus Corona.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing pada Jumat (18/2/2020).

Pada saat yang sama, akan ada langkah-langkah untuk membantu perusahaan memposisikan diri mereka dengan kuat untuk pemulihan dari penyebaran virus Corona yang ikut mempengaruhi ekonomi ini.

Chan mengatakan para pemimpin bisnis yang dia ajak bicara, sedang mencari cara untuk menggunakan situasi saat ini untuk meningkatkan pelatihan pekerja mereka.

Selain itu, meninjau beberapa model bisnis mereka atau proses produksi sehingga mereka akan siap ketika ekonomi sudah menguat.

"Berkoordinasi dengan komunitas bisnis kami bahwa sementara mereka sedang sibuk mengelola situasi saat ini, mereka pada saat yang sama menyusun rencana untuk masa depan." kata Chan usai menghadiri acara Singapore Business Federation Centre.

Singapura Turunkan Target Ekonomi, Teo Siong Seng: Menghentikan Bisnis Bukanlah Solusi

Hal ini untuk memastikan perekonomian bisa cepat pulih.

Berbicara kepada media, Chan mengatakan para pengusaha juga sepakat tentang pentingnya diversifikasi rantai pasokan dan sumber tenaga kerja, bantuan yang perusahaan kecil dapat beralih ke asosiasi perdagangan.

Ia juga menyinggung peraturan izin kerja yang perlu ditinjau untuk mengakomodasi sumber-sumber tenaga kerja baru.

"Tidak setiap negara akan memiliki jenis tenaga kerja dan keterampilan yang kita butuhkan. Jadi kadang-kadang kita terkendala." tuturnya.

Menurutnya, kontribusi China terhadap ekonomi dunia dan keterlibatan dalam rantai pasokan global untuk produk-produk teknologi canggih telah tumbuh secara signifikan sejak 2003.

"Volume perdagangan antara Singapura dan Cina sudah pasti meningkat, hubungan antara ekonomi Tiongkok dan seluruh ekonomi dunia sudah pasti mengencang," kata menteri.

Mr Ernie Koh, direktur eksekutif produsen furnitur Koda mengatakan dia telah mendiversifikasi rantai pasokannya selama beberapa tahun terakhir sehingga pemasok China sekarang mencapai sekitar 15 persen, turun dari 30 persen menjadi 40 persen.

"Tetapi jika satu komponen hilang, kami tidak dapat mengirim," tambahnya.

Para pemimpin bisnis mencatat bahwa beberapa industri menghadapi tantangan yang lebih besar daripada biasanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved