Ini 2 Alasan BJ Habibie Referendum Timor Timur Hingga Berpisah dari Indonesia

Dalam buku Detik-Detik yang Menentukan, BJ Habibie menceritakan mengapa Timor Timur harus berpisah dari Indonesia hingga melaksanakan referendum.

Ini 2 Alasan BJ Habibie Referendum Timor Timur Hingga Berpisah dari Indonesia
Instagram/sg.embassy.jakarta
Predisen ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie menyebabkan dua alasan pelaksanaan referendum Timor Leste hingga lepas dari Indonesia. 

TRIBUNBATAM.id - Nama Presiden ke-3 Republik Indonesia, BJ Habibie tidak hanya dikenal akan kecerdasannya.

Saat memimpin Indonesia, terdapat kebijakan yang menuai pro kontra, yakni referendum atau melepaskan Timor Timur (TimTim) dari Indonesia.

Dalam buku berjudul Detik-Detik yang Menentukan, Habibie menceritakan mengapa Bumi Loro Sae harus menjadi bagian dari Indonesia atau justru menjadi negara yang merdeka.

Termasuk alasan BJ Habibie akhirnya mau melaksanakan referendum terkait Timor Timur itu.

Seperti diketahui, Timor Leste telah memutuskan untuk memisahkan diri dari Indonesia sejak 20 tahun lalu.

Pada 30 Agustus 1999, hampir 80 persen rakyat Timor Timur memilih berpisah dari Indonesia.

Referendum yang didukung PBB itu mengakhiri konflik berdarah sekaligus mengakhiri kependudukan mereka sebagai Warga Negara Indonesia.

Memberikan jalan bagi rakyat Timor Leste untuk meraih kemerdekaan.

Dilansir dari AFP via Kompas.com, pendudukan Timor Leste memantik aksi penindakan memilukan selama 24 tahun yang menelan nyawa 250.000 baik karena perang, kelaparan, hingga penyakit.

Namun kegembiraan berubah menjadi duka setelah militer Indonesia dan milisinya menyerbu dengan menghancurkan infrastruktur mereka, serta memaksa ratusan ribu orang mengungsi, dan membunuh 1.400 orang.

Halaman
1234
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved