Bakal Dipanggil JPU, Nama Rano Karno Disebut dalam Sidang Korupsi TPPU Pengadaan Alkes Tangsel

Rano Karno dikabarkan akan dipanggil JPU untuk dimintai keterangan terkait kasus pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Tangerang Selatan.

Bakal Dipanggil JPU, Nama Rano Karno Disebut dalam Sidang Korupsi TPPU Pengadaan Alkes Tangsel
Warta Kota/Henry Lopulalan
Rano Karno, namanya disebut dalam persidangan dugaan tindak pidana korupsi kasus pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Tangerang Selatan. 

JAKARTA,TRIBUNBATAM.id - Nama Rano Karno terseret dugaan kasus korupsi. Ia dikabarkan akan dipanggil Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dimintai keterangan terkait kasus pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Tangerang Selatan.

Nama Rano Karno kembali disebut dalam sidang kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan terdakwa Komisaris Utama PT Bali Pasific Pragama (PT BPP) Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Komisioner KPK, Alexander Marwata mengatakan dipanggilnya Rano Karno untuk dimintai keterangan dalam kasus ini.

"Pasti nanti JPU akan melihat apakah keterangan yang bersangkutan itu signifikan atau tidak dalam rangka pembuktian persidangan," ujarnya dilansir melalui YouTube Kompas TV, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya keputusan terkait pemanggilan Rano Karno ada ditangan JPU.

"Kami kan kan gak bisa maksa ini harus dipangggil, Nanti JPU yang akan menilai sendiri apakah akan menghadirkan yang bersangkutan dan menilai keterangan yang bersangkutan sangat dibutuhkan. Sementara yang bersangkutan dipanggil tidak hadir-hadir bisa minta penetapan hakim," ungkapnya.

Dikutip dari Kompas.com, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkap ada kemungkinan tersangka baru dalam kasus korupsi dan TPPU.

Nama Rano Karno terseret karena kesaksian saksi kasus tersebut yang mengungkap bahwa Rano Karno pernah menerima uang Rp 1,5 miliar.

"Apabila kemudian ditemukan bukti permulaan yang cukup baik dari keterangan saksi tersebut, petunjuk dan alat bukti lain termasuk pertimbangan-pertimbangan majelis hakim maka tentu perkara akan dikembangkan dengan menetapkan tersangka lain," kata Ali, Kamis (20/2/2020) seperti dilansir Tribunnews.com.

Ali menuturkan, segala fakta yang terkuak di persidangan dengan terdakwa Wawan ini telah dicatat oleh Jaksa Penuntut Umum dan akan dituangkan pada surat tuntutan.

Halaman
12
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved