Senin, 13 April 2026

Beriklim Tropis, Tak Menjamin Indonesia Bebas Dari Virus Corona, Pakar Sebut Hanya Sebatas Teori

Suhu belum tentu mengurangi kekuatan sebuah virus karena pengertian tersebut hanya sebatas teori saja.

Editor: Eko Setiawan
BNPB
Persiapan petugas menyambut 69 Warga Negara Indonesia (WNI), yang telah dinyatakan sehat dari Kapal Diamond Princess. Dijadwalkan, rombongan tiba malam ini di Indonesia dari Bandara Yokohama, Minggu (1/3/2020). 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Kendati Indonesia beriklim tropis dan membuat Virus Corona susah masuk, namun tidak menjamin kalau Virus itu tidak akan datang ke Indonesia dan bisa menyerang siapa saja.

Pakar virus dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Herawati Sudoyo menyatakan, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan virus corona akan mati dalam suhu tertentu.

Karena itu, dia menegaskan, iklim tropis yang dimiliki Indonesia tidak menjamin penyebaran virus corona tidak ada di sini.

Herawati mengungkapkan virus tersebut memang akan mati dalam suhu panas. Namun, suhu panas yang melemahkannya harus tinggi.

"Kalau kita panaskan dia (virus corona) dalam suhu 56 derajat, dia akan mati dalam waktu 30 menit, tapi kan tidak 56 derajat lingkungan kita," katanya.

Menurutnya, suhu belum tentu mengurangi kekuatan sebuah virus karena pengertian tersebut hanya sebatas teori saja.

"Jadi itu sangat spekulatif yang bilang bahwa temperatur akan mengurangi. Itu adalah teori yang memang kita anut bahwa dalam musim dingin respon imun tubuh menurun sehingga kita mudah sekali terjangkit," ujarnya.

Kondisi Pasien Suspect Membaik

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengatakan kondisi tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus Corona atau Covid-19 semakin baik.

Ia mengatakan saat ini tiga pasien tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

"Semakin baik, masih menunggu hasil laboratoriumnya," kata Syahril saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (1/3/2020).

Dia mengatakan. 21 pasien lainnya yang sempat menjalani pemeriksaan di RSPI dan telah dinyatakan negatif virus Corona tidak ada yang kembali ke RSPI untuk pemeriksaan kesehatan lanjutan atau kontrol.

Ini karena RSPI meminta mereka agar melakukan kontrol ke rumah sakit yang merujuk mereka ke RSPI. 

"Tidak ada yang kontrol kembali ke RSPI. Karena RSPI meminta mereka kontrol ke dokter atau RS yang semula merujuk ke RSPI," kata Syahril.

Sebelumnya diberitakan, Syahril mengatakan pihaknya masih memeriksa sebanyak tiga orang yang diduga terinfeksi virus Corona.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved