Rabu, 27 Mei 2026

TRIBUN WIKI

SEJARAH dan Asal Usul Batu Lepe, Lokasi Wisata Instagramable di Anambas

Batu Lepe menjadi salah satu wisata dengan pemandangan indah yang menjadi favorit wisatawan, khususnya anak muda. Berikut asal usul namanya

Tayang:
Instagram/ogie.lantaikayuasia
Batu Lepe di Anambas. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Batu Lepe, salah satu objek wisata yang terkenal dengan nuansa romantisnya ini terletak di jalan H Muhammad Siantan, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas sudah cukup terkenal. 

Batu Lepe menjadi salah satu wisata dengan pemandangan indah yang menjadi favorit wisatawan, khususnya anak muda.

Bahkan, wisatawan mancanegara juga mulai sering berkunjung.

Dari pusat kota, lokasi ini bisa ditempuh selama 7 menit saja menggunakan motor.

Letaknya tak jauh dari Masjid Agung Baitul Ma'mur Anambas. 

Di Batu Lepe terdapat dua pendopo, yang bisa dipakai pengunjung untuk bersantai, dan menikmati camilan sembari merasakan suasana laut.

Sekadar catatan, di lokasi ini belum ada warung atau pedagang yang menjual makanan, sehingga ada baiknya untuk membawa bekal sendiri.

Selain bisa menikmati sunset, di area wisata Batu Lepe juga tersedia tempat untuk pengunjung mengabadikan moment untuk berswafoto. 

Bagi kalian pencinta fotografi, Batu Lepe juga sangat pas dijadikan lokasi hunting. 

Terdapat banyak spot foto yang bisa diambil, terlebih sore hari tatkala sunset muncul. 

Soal biaya tenang saja.  Untuk bisa menikmati keindahan alam dari Batu Lepe, pengunjung tidak dipungut biaya sama sekali, alias gratis.

Arena Permainan Anak

Selain pemandangan laut yang luas, di Batu Lepe juga disediakan arena bermain untuk anak-anak.

"Di sini itu pemandangannya memang indah, kalau sore hari kita bisa lihat sunset dan kapal nelayan yang menyebrangi laut, rasanya punya kenyamanan tersendiri kalau kita nikmati," ujar Riska, salah satu pengunjung, Minggu (01/03/2020).

Pantauan TRIBUNBATAM.id, Batu Lepe ini paling banyak dikunjungi oleh pasangan dan muda mudi.

Sebagian dari mereka membawa anak-anaknya untuk bermain dan bercanda sambil menikmati laut lepas. 

Tak sedikit dari mereka yang datang hanya untuk mengabadikan momen dengan berswafoto.

Asal-usul nama Batu Lepe 

Di kalangan masyarakat Siantan, nama Batu Lepe sudah tidak asing lagi.

Berbicara tentang nama Batu Lepe, pasti setiap orang bertanya-tanya alasan destinasi wisata ini dinamakan Batu Lepe.

Sebenarnya nama Batu Lepe ini sudah ada sejak jaman dahulu.

Masyarakat sejak dulu menyebut batu lepe ini karena bentuk batu yang datar,.

Dalam bahasa orang melayu di Anambas, batu datar itu disebut lepe.

Batu Lepe ini memiliki arti batu datar dengan diameter 35 meter.

Batu ini umumnya digunakan sebagai tempat duduk untuk menikmati hamparan laut lepas, bersenda gurau, dan berswafoto.

Dari Batu Lepe ini, kita juga bisa melihat spot laut biru kehijauan yang sangat indah pada siang hari.

"Orang cenderung mengatakan batu lepe ini karena dia datar berupa hamparan pipih, dan sudah membudaya di kalangan masyarakat Siantan pada khususnya, dan Anambas pada umumnya," ujar Kabid Kebudayaan, Samad kepada TRIBUNBATAM.id, Selasa (3/3/2020).

Samad mengatakan, batu lepe ini merupakan paparan alam berupa landasan pulau.

Artinya, bisa jadi di bawah pulau yang dihuni ini semuanya berupa bebatuan.

"Karena batu itu memiliki nilai eksotik, maka dibuatlah menjadi destinasi wisata. Dibangun atas kerja sama SKK Migas dengan Pemerintah Daerah," terang Samad.

Setelah dibangun oleh SKK Migas yang bekerja sama dengan Pemda, fasilitatornya adalah Dinas Pariwisata sebagai sektor yang mendampingi barulah dibangun destinasi semegah Batu Lepe itu.

"Kemarin juga sudah dikunjungi para Bupati se-Indonesia yang pas acara Lemhanas itu, mereka berkunjung ke Batu Lepe dan Batu Tompak Tige waktu itu," ungkapnya.

 Sedangkan untuk desain wisata Batu Lepe sendiri dikatakan Samad merupakan hasil kolaborasi semua pihak yakni SKK Migas, Pemda, dan Dinas Pariwisata.

 "Itu hasil kolaborasi dari kita dengan pihak SKK Migas dan Pemda dan akhirnya menghasilkan nuansa kedaerahan. Kan daerah melayu, jadi settingnya melayu juga. Kan di sana juga ada lukisan tarian, dan ikan napoleon yang menjadi icon nya," paparnya.

 Di Batu Lepe juga ada gazebo yang ditata sedemikian indah untuk tempat berteduh pengunjung yang datang. Secara umum gazebo ini di desain campuran antara melayu dan nasional.

 Kapasitas yang dapat ditampung di Batu Lepe ini sekitar 100-150 orang.  (Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved