Kamis, 7 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Cuci Tangan Atau Pakai Hand Sanitizer, Mana yang Lebih Efektif Cegah Virus Corona?

Sabun dan hand sanitizer menjadi dua produk yang dipersiapkan untuk mencegah covid-19, mana yang lebih baik?

Tayang:
Tribun Jateng
hand sanitizer 

TRIBUNBATAM.id - Akibat merebaknya wabah virus Covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia, masyarakat berbondong-bondong membeli perlengkapan kebersihan seperti sabun dan hand sanitizer.

Tak jarang banyak dari supermarket yang kehabisan stok untuk kedua barang tersebut.

Tetapi apakah hand sanitizer dapat mengalahkan sabun dan air untuk melindungi diri dari Covid-19?

Ketika masyarakat dan pemerintah bergulat dengan pemahaman Covid-19 dan bagaimana menghentikan penyebarannya, penjualan gel pembersih tangan telah melonjak.

Hand Sanitizer

Melansir Warta Kota Wiki, pada tahun 1966, Lupe Hernandez, perawat mahasiswa dari Bakersfield, California, mematenkan gagasan gel berbasis alkohol untuk membersihkan tangan.

Pada 2009, saat munculnya virus H1N1, gel ini menjadi barang wajib yang banyak dibawa oleh masyarakat saat bepergian.

Tahun itu, penjualan gel dan tisu antibakteri di Amerika Serikat melonjak lebih dari 70 persen dalam enam bulan.

Pada tahun 2010, botol-botol kecil ada di mana-mana, mulai dari kasir di toko buku bandara hingga pengecer online.

Popularitas gel tangan tidak hanya didorong oleh ketakutan pandemi.

Peluang menguntungkan untuk memasarkannya telah mendorong penjualan.

Kini hand sanitizer tersedia dalam warna cantik dan ramah anak (bubblegum pink, biru terang).

Serta aroma ramah kesehatan (kayu manis, lavender) yang berbeda dari versi berbau tajam yang ditemukan di rumah sakit.

Produk ini juga telah berevolusi dengan menambahkan bahan aktif lain sebagai pengganti alkohol, dan ada resep online untuk membuat sendiri.

Good Housekeeping menyarankan vodka.

Para ahli kebersihan, NHS dan Kesehatan Masyarakat Inggris sepakat bahwa untuk membunuh sebagian besar virus.

Sanitizer tangan memerlukan setidaknya 60 persen kandungan alkohol (sebagian besar mengandung 60-95 persen).

Bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, sekarang ada opsi tidak mengandung alkohol.

Selama beberapa dekade, ada juga varian baru yang dibuat dari antibakteri kuat lainnya seperti triclosan.

Kandungan ini biasanya ditemukan di beberapa produk seperti pasta gigi dan sabun mandi.

Namun, penelitian telah menemukan bahwa triclosan dapat merusak sistem endokrin tubuh.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat melarang penggunaannya dalam produk-produk kebersihan pada akhir 2017.

Sally Bloomfield, profesor di London School of Hygiene dan Tropical Medicine, mengatakan, virus jauh lebih tahan terhadap desinfektan daripada bakteri.

Menurut Bloomfield sebagaimana yang dilansir dari The Guardian, Covid-19 adalah virus amplop yang memiliki lapisan di sekitarnya.

Lapisan itu dapat diserang alkohol, sehingga menghilangkan ancaman.

Artinya, membuat hand sanitizer sendiri, walaupun berpotensi efektif melawan beberapa bakteri, bukanlah sesuatu yang direkomendasikan Bloomfield.

"Ini sangat tidak bijaksana, bahkan berbahaya," katanya.

Produk yang dibeli di toko juga mengandung emolien untuk membuat kulit tetap lembut.

Untuk mendapatkan campuran yang tepat di rumah pun akan sangat sulit, sehingga tidak dianjurkan untuk membuatnya sendiri di rumah.

Kapan sebaiknya menggunakan hand sanitizer?

Covid-19 atau virus corona adalah penyakit baru, jadi tidak ada yang tahu persis bagaimana virus menyebar.

Menurut NHS, ada kemungkinan bahwa melalui percikan batuk menyebar dari orang ke orang.

Sangat tidak mungkin bahwa virus itu ditularkan melalui benda, baik itu paket atau makanan.

Saran Bloomfield adalah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air atau gel tangan ketika kembali ke rumah setelah dari tempat umum.

Hindari menyentuh apa pun yang tidak perlu disentuh.

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan apa yang anda sentuh, seperti gagang pintu, tombol lift, maupun tiang bus yang merupakan fasilitas umum.

Jika Anda tidak dapat mencuci tangan atau menggunakan gel setelah bersentuhan dengan benda-benda, jangan sentuh wajah.

Virus membutuhkan inang (sel hidup) untuk bereproduksi, jadi jangan menggosok mata Anda.

Atau menyentuh mulut Anda atau luka apa pun jika tangan Anda tidak bersih.

Jaga tangan Anda bersih sampai Anda memiliki akses ke gel atau dapat mencucinya.

Pilihan terbaik sabun dan air.

Menurut studi tahun 2019 oleh American Society for Microbiology, menggunakan air mengalir dan sabun untuk mencuci tangan lebih efektif daripada setetes gel yang belum Anda gosokkan.

Sabun memiliki sifat antibakteri ringan dan menghilangkan kotoran.

Jadi basahi tangan Anda dengan air, sapukan dengan benar, ke dua sisi, di antara jari dan di bawah kuku, satu tangan, kemudian yang lain.

Bilas secara menyeluruh di bawah air mengalir selama 20 detik.

Membilas secara menyeluruh adalah kunci untuk membasmi virus.

Keringkan tangan Anda dengan handuk sekali pakai, kemudian gunakan handuk itu untuk mematikan keran sebelum membuangnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis Mayo Clinic Proceedings pada 2012 menyimpulkan bahwa, dari sudut pandang kebersihan, handuk kertas lebih unggul daripada pengering udara.

Handuk dapat mengeringkan tangan Anda lebih cepat dan lebih teliti daripada pengering.

Kontaminasi lebih banyak terjadi pada tangan basah daripada kering.

Lisa Ackerley, praktisi kesehatan lingkungan, mengatakan bahwa persediaan sanitiser tangan yang menipis merupakan masalah.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu menggunakan terlalu banyak, botol kecil akan sangat bermanfaat.

Bahkan, juru bicara perusahaan produk kimia Kao Corporation mengatakan, terlalu banyak gel tangan dapat menyebabkan iritasi dan sensitivitas kulit.

Dibandingkan sabun, hand sanitizer dapat mengeringkan kulit dan menghilangkan minyak alami.

Kulit yang rusak meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, sehingga hand sanitizer sebaiknya digunakan dalam jumlah sedang.

Selain itu, hand sanitizer bisa digunakan jika tangan dalam kondisi tidak terlalu kotor.

Sebaliknya, biola tangan sedang dalam keadaan sangat kotor, ada baiknya untuk menggunakan sabun dibanding hand sanitizer.(*)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved